"Kalau bicara ritel ada store baru dan lama. Secara umum banyak pengusaha tutup gerai," ujarnya.
Baca Juga: Jelang Tahun Baru, YLKI: Waspadai Barang Tidak Layak Konsumsi
Dari evaluasi Apindo, pertumbuhan ritel turun karena beberapa faktor di antaranya mahalnya sewa tempat dan pembayaran upah pegawai.
"Penurunan toko offline, tempat semakin mahal. Ini kontribusi terbesar dan upah. Di ritel padat karya upah kontribusi lebih besar," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.