nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Libur Natal dan Tahun Baru, Jumlah Penumpang Pesawat Naik 12%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 25 Desember 2017 16:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 25 320 1835656 libur-natal-dan-tahun-baru-jumlah-penumpang-pesawat-naik-12-PqMVFg0o0L.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan pada moda transportasi udara di libur Natal dan Tahun Baru 2018. Peningkatan itu mencapai angka 12% dari tahun lalu pada periode yang sama.

Dari empat moda transportasi yakni bus, kapal, pesawat, dan kereta, dikatakan Budi peningkatan tertinggi terjadi pada pesawat dengan jumlah 7,2 juta penumpang.

Dengan demikian terjadi peningkatan 864 ribu penumpang dari total penumpang tahun 2016 sebesar 6,4 juta penumpang.

Baca Juga: AP II Catat Jumlah Penumpang Naik 7,5% di Natal dan Tahun Baru

"Yang paling signifikan naik angkutan udara 12% dibandingkan tahun lalu menjadi 7,2 juta penumpang," ujar Budi usai mengikuti acara open house Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Komplek Jalan Mega Kuningan Barat III, Jakarta, Senin (25/12/2017).

Untuk tiga moda transportasi lainnya, lanjutan Budi terjadi peningkatan hingga 5%. "Yang lain 4% sampai 5%, laut sedikit stagnan," tambahnya.

Sementara itu, ia menyatakan destinasi wisata tertinggi, melihat dari jumlah penumpang pesawat, pada periode libur Natal dan Tahun Baru saat ini adalah ke daerah wisata Indonesia Timur.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Kementerian ESDM Pastikan Keamanan Pasokan BBM dan LPG

Diakuinya Bali yang menjadi salah satu primadona destinasi wisata Indonesia mengalami penurunan sebesar 30% pasca terjadinya erupsi Gunung Agung Bali pertama kali.

"Kalo kita liat, Bali turun. Penurunan tertingginya 30%. Tapi yang menggembirakan, 5 hari terakhir turunnya tidak sampai 10%," ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Macet Tahun Baru, Menhub Batasi Operasional Angkutan Barang

Ia pun mengatakan penurunan ini diharapkan persentasenya dapat terus menipis hingga ke angka 5%.

"Kita targetkan 5%-6% saja. Harapan saya makin tipis, bahkan normal, bila perlu terus meningkat (wisatawan)," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini