Merasa Tak Boros Tapi Uang Selalu Habis, Latte Factor Istilahnya

Agregasi Selasa 26 Desember 2017 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 26 320 1835919 merasa-tak-boros-tapi-uang-selalu-habis-latte-factor-istilahnya-6UOIFGCnoE.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pernahkan Anda bertanya-tanya ‘perasaan tidak beli apa-apa tapi kok habis ya uangnya?’ Anda pun tertegun dan mengingat-ingat apa saja barang-barang yang telah dibeli dan menguras kantong. Ada banyak kebiasaan tanpa disadari yang sebenarnya justru merugikan diri sendiri. Salah satunya adalah gaya hidup yang -bisa bilang- remeh-temeh tapi mengacaukan kondisi keuangan.

Sebut saja, kebiasaan belanja di luar rencana pada momen tertentu seperti sebelum atau selama bekerja, bahkan sepulang kerja, atau momen lainnya, yang tanpa disadari menjadi rutinitas. Misalnya, kebiasaan jajan makanan-minuman, baju dan aksesoris, serta lainnya yang terkesan sepele, nyatanya tanpa disadari telah membuat kantong bolong. Nahasnya, biasanya kebiasaan yang dipikir adalah ‘kecil’ itu ternyata sulit dihilangkan. Lebih parah lagi bila tidak pernah menyadarinya. Sementara, di sisi lain keuangan lambat laun telah digerogoti.

Nah, kebiasaan-kebiasaan yang dianggap kecil dalam kehidupan sehari-hari itulah dikenal sebagai Latte Factor. Istilah ini dipopulerkan oleh David Bach, penulis keuangan asal Amerika. Teorinya ini didasarkan pada pengalamannya minum kopi di kafe (latte, diambil dari kata dalam minuman kopi), yang sudah menjadi kebiasaan atau rutinitasnya sehari-hari, dan tanpa disadari telah banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu.

Jadi, apa itu Latte Factor?

Secara umum, latte factor bisa diartikan sebagai pengeluaran yang terjadi untuk hal-hal yang pada dasarnya tidak dibutuhkan, dimana pengeluaran ini pada awalnya terlihat kecil (ringan) dan dilakukan secara terus-menerus, hingga akhirnya menjadi pengeluaran dalam jumlah yang besar.

Banyak orang terbiasa melakukan pengeluaran skala kecil yang sifatnya rutin tapi sebenarnya tidak terlalu penting dilakukan ini. Awalnya pengeluaran-pengeluaran kecil itu tidak begitu terasa mengganggu keuangan karena telah menjadi kebiasaan sejak lama. Namun jika hitung lebih teliti lagi, jumlah pengeluaran total tersebut bisa saja begitu besar setiap bulannya.

Bila kita bisa menghematnya, tentu akan lebih bermanfaat lagi karena bisa meningkatkan jumlah tabungan untuk masa depan, bukan hanya sekedar memenuhi kebiasaan dan rasa puas saat itu juga.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini