nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua OJK: IHSG Bisa Tumbuh 25% Tahun Depan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 20:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 29 278 1837658 ketua-ojk-ihsg-bisa-tumbuh-25-tahun-depan-4Mlg5C7fJ0.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak prestasi gemilang pada penutupan perdagangan tahun 2017. IHSG sore ini ditutup naik 41,61 poin atau 0,66% ke level 6.355,65.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimis bahwa IHSG tahun depan masih berpeluang mencatatkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan capaian tahun ini. 

Baca Juga: OJK: Rasio Permodalan Bank Cukup Tinggi 23%, Bisa untuk Injeksi ke Sektor Riil!

"Tahun depan mestinya lebih baik karena ekonomi ekspektasi lebih baik. Kalau sekarang bisa naik 20% tahun depan (IHSG) bisa 25%," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/12/2017). 

Guna meningkatkan stimulasi ke pasar modal, maka OJK akan kembali mengeluarkan regulasi yang memudahkan penghimpunan dana melalui pasar modal. 

"Hedging, perpetual bonds, sedang kami garap, banyak  sekali dalam konteks pendalaman pasar keuangan," jelas Wimboh. 

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor, Presiden Jokowi Patahkan Semua Proyeksi Negatif Para Analisis

OJK juga akan mengelola risiko nilai tukar melalui aturan hedging currency. Sehingga dapat menurunkan kekhawatiran investor asing yang berinvestasi di pasar modal. 

"Instrumen kita siapkan supaya asing yang investasi dalam Rupiah tidak khawatir risiko nilai tukar, selama ini di Indonesia pasarnya belum begitu semarak karena kalah kompetisi dengan pasar hedging Rupiah di luar Negeri," kata Wimboh. 

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, kenaikan IHSG 2017 patut diapresiasi. Pasalnya, bila di awal tahun IHSG hanya 5.290, sekarang sudah di angka 6.355.

Baca Juga: IHSG Cetak Rekor, Presiden Jokowi Patahkan Semua Proyeksi Negatif Para Analisis


"Jadi naik 1.000. Saya melihat ini adalah confident terhadap Indonesia," ujar Agus, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Baca Juga: IHSG 6.355,65, Jokowi: Jangan Baca Analisa di Medsos yang Tidak Jelas Sumbernya!

Menurut Agus, meningkatnya indeks pasar modal dipengaruhi juga oleh indikator lain yang juga menunjukkan kondisi yang membaik seperti nilai tukar Rupiah.

Sekadar informasi, menutup perdagangan terakhir di 2017, nilai transaksi harian mencapai Rp27,6 triliun dari 24,31 miliar lembar saham diperdagangkan. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini