Image

INSPIRASI BISNIS: Usaha Event Organizer Menjanjikan, Omzetnya Tembus Rp500 Juta

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017, 05:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 29 320 1837516 inspirasi-bisnis-usaha-event-organizer-menjanjikan-omzetnya-tembus-rp500-juta-4kumqdlWPF.jpg Pemilik EO (Foto: Efira Tamara Thenu/Okezone)

JAKARTA – Event Organizer (EO) kini menjadi bisnis yang banyak dipilih oleh masyarakat. Seperti salah satunya Tengku Ichfalsyah yang memilih bisnis EO yang diberi nama Tiga Organizer.

Pemilik Tiga Organizer ini memulai bisnisnya pada akhir 2015 bersama dengan rekannya yang lain. Ia mengaku awalnya hanya fokus di bidang travel dan buku tahunan sekolah (BTS) saja. Namun, seiring berjalannya waktu, kini Tiga Organizer mampu menyediakan banyak pilihan untuk customer.

“Tour organizer, event organizer, rental bus, pengadaan BTS, photo & aerial, serta video dokumentasi,” jelasnya kepada Okezone.

Sedangkan persiapan yang dilakukan ketika memulai bisnis ini, ia mengaku sederhana saja. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya ketika memulai bisnis ini.

“Persiapannya si simple, yang penting niat, based pengalaman pernah bekerja di travel dan passion,” tuturnya.

Ia juga mengaku bisnis EO ini memiliki peluang yang besar untuk diterima di masyarakat. Dengan mengolaborasikan beberapa potensi yang dimiliki, ia percaya bahwa bisnis ini dapat berdiri dan sukses ke depan. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan untuk lebih menunjukkan konsep yang ingin dibangun.

Perihal pesaing lain yang memiliki bisnis yang sama, Tiga Organizer memiliki caranya sendiri untuk mengatasinya. Ia mengaku sangat mementingkan desain dan portofolio perusahaan ketika mempresentasikannya kepada customer.

“Kita tetap menekankan dari sisi desain karena itu penting. Menurut saya pencitraan dimulai dengan costumer melihat desain-desain dan portofolio yang kita punya. Jadi kesannya unik dan beda. Karena semua kompetitor bisa kasih service, tapi belum tentu bisa bikin konsep yang unik dan menarik” ungkapnya.

Tidak hanya itu, untuk mengatasi kompetitor dari sisi service ia mengaku sering menambahkan hal-hal di luar perjanjian yang ada. “Untuk service selain dengan pelayanan, kita tambahkan dengan bonus-bonus di luar kesepakatan,” tuturnya.

Sedangkan hambatan yang dialaminya selama menjalani bisnis ini adalah mengenalkan Tiga Organizer kepada masyarakat. “Lebih ke branding gitu lah,” tukasnya.

Tidak hanya dari sisi branding, ia juga mengaku sering mengalami gejolak selama menjalani bisnis ini. Namun, ia mengaku tetap positif dengan masalah yang ada.

“Intinya setiap masalah kalau tujuannya untuk lebih baik pasti ada solusinya. Ya malah ambil positifnya saja. Kalau tidak ada gejolak, tidak akan ada juga tantangannya. Tidak ada pelajaran yang bisa dipetik juga,” tuturnya.

Dengan segala hambatan yang dilewati, kini Tiga Organizer mampu bertahan dan semakin berkembang dari hari ke hari. Berawal dengan omzet di bawah Rp50 juta, kini Tiga Organizer mampu menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah.

Pada musim liburan seperti sekarang ini, ia mampu menghasilkan omzet hingga Rp500 juta rupiah per bulan.

“Omzet juga variatif. Range Rp20 juta sampai Rp100 juta kalau low season, tapi kalau high season bisa Rp200 juta hingga Rp500 juta. Seperti sekarang ini masuk high season. Biasanya bulan Desember sampai Januari. Nanti semeter 2 bulan Mei sampai Juni,” ungkapnya.

Sedangkan tips berbisnis, ia mengatakan untuk selalu percaya dengan lingkungan tempat membangun bisnis. “Yang penting percaya dengan potensi diri sendiri dan tim. Jangan gampang menyerah dan harus siap menerima perkembangan,” tuturnya.

Simulasi Usaha

Biaya Investasi Awal

Rp45.000.000

Pendapatan

Rp100.000.000

Biaya Operasional

Rp5.000.000

Profit

Rp95.000.000

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini