Image

Industri Properti Diramal Bakal Cerah di Tahun Anjing Tanah, Ini Penjelasan Feng Shui

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Senin 01 Januari 2018, 10:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 31 470 1838198 industri-properti-diramal-bakal-cerah-di-tahun-anjing-tanah-ini-penjelasan-feng-shui-mAFaUL6jt0.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Industri properti nasional di tahun 2018 dinilai masih memiliki prospek yang cerah, meskipun memasuki tahun politik. Tahun 2018 sendiri juga merupakan tahun anjing tanah.

Ahli Feng Shui Sidhi Wiguna Teh, yang juga Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyakini, tahun anjing tanah akan memberi warna pada industri properti nasional di 2018.

"Bila berbicara tentang properti, tahun 2018 secara property clock boleh dibilang mulai memasuki jam 7. Pergerakannya sudah lebih positif tahun 2018 ini karena elemen batang langit maupun cabang buminya berelemen tanah yang menggambarkan support terhadap sektor properti cukup positif, bisa berupa regulasi maupun suku bunga," kata Sidhi Wiguna yang merupakan juga merupakan Dosen Mata Kuliah Feng Shui & Arsitektur, Universitas Tarumanagara kepada Okezone, Jakarta.

 Baca Juga: Tahun Politik, Rumah Seharga Rp700 Juta Jadi Incaran

Namun, lanjut dirinya mengatakan, di sisi lain juga menggambarkan tingkat kompetisi yang semakin berat dan tajam, maka perlu inovasi dan manuver-manuver yang brilian untuk bisa jadi pemenang.

Dia menambahkan, properti yang terkait dengan industri terlihat akan lebih positif dibanding dengan residential maupun perkantoran. Apabila berbicara tentang hunian, landed house atau high rise, keduanya sama-sama berat karena kompetisi yang semakin tajam. Kejelian dalam memilih lokasi dan menawarkan konsep yang memiliki banyak manfaat bagi penghuni akan berjaya.

"Sementara lokasi yang asal pilih dan terdapat banyak nilai negatif akan ditinggal oleh calon pembeli sehubungan dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan," sambungnya.

Baca Juga: Kawasan Industri Prospektif, Summarecon Agung Gencarkan Segmen Perumahan di Karawang

Lanjut dirinya menjelaskan, sedangkan tipe yang akan booming cenderung tipe menengah karena pasar milenial sedang tumbuh dan memasuki life cycle sebagai pemilik hunian pertama (pertama kali memiliki hunian).

"Jadi, bila yang ditarget adalah pasar milenial, maka model rumah bergaya klasik agak tidak cocok karena milenial cenderung suka hal-hal yang bersifat praktis dan fungsional, gaya arsitektur modern contemporer tetap akan lebih menjanjikan, kalau gaya minimalis saya kira sudah memasuki masa jenuh dan sebentar lagi akan out of date," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini