Image

Kondisi Perekonomian Sehat, JK Heran Pertumbuhan Tak Secepat yang Diharapkan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 10:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 02 320 1838699 kondisi-perekonomian-sehat-jk-heran-pertumbuhan-tak-secepat-yang-diharapkan-A41etMGOHL.jpg Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebutkan ada sebuah anomali dalam perekonomian Indonesia. Menurutnya, hampir semua indikator ekonomi nasional membaik namun pertumbuhan ekonomi tidak bisa secepat yang diinginkan.

Pasalnya, saat ini angka inflasi yang masih terkendali. Di samping itu, meskipun pemerintah meningkatkan porsi utang, namun masih dalam rasio kemampuan membayar utang oleh Negara. Utang yang diambil oleh Pemerintah juga dialokasikan untuk kepentingan yang bersifat produktif.

Sementara dari sisi politik eksternal, Indonesia juga tidak memiliki sentimen negatif dalam perihal geo politik yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Dengan semua kondisi tersebut, Wapres menyebutkan ada sebuah anomali, lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak seagresif pertumbuhan ekonomi negara lain.

"Semua indikator ekonomi nasional membaik walaupun terjadi anomali, kenapa larinya kurang terlalu kencang. Sama dengan manusia, tekanan darah baik, pemeriksan darah baik, kolestrol baik, jantung baik, tapi kenapa pertumbuhan ekonomi kita tidak secepat lain," papar Jusuf Kalla saat memuka perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Baca Juga: Perkembangan Ekonomi Indonesia Membaik, World Bank: Masih Ada Tantangan di Global

Meskipun terjadi sebuah anomali, Wapres menekankan bahwa harga komoditas tidak lagi menjadi akar penyebab anomali pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang terjadi pada kondisi perekonomian terdahulu.

Sekadar informasi, turut mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan perdagangan perdana di pasar modal, hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.


Baca Juga: Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sebesar 5,05%

Selain itu, ada Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Ketua Dewan Komisioner Ototritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini