Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dapat Kontrak Baru, Sillo Maritime Belum Tentukan Target Pendapatan 2018

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 05 Januari 2018 |11:57 WIB
Dapat Kontrak Baru, Sillo Maritime Belum Tentukan Target Pendapatan 2018
llustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) pada 3 Januari 2018 memperoleh kontrak dengan menandatangani letter of intent (LOI) sebagai persetujuan atas surat penunjukan pemegang tender. Pihak yang melakukan kontrak di antaranya anak usaha Sillo Maritimeyaitu PT Suasa Benua Sukses (SBS) dengan Petrochina International Jabung Ltd.

"Tidak ada hubungan afiliasi," kata Sekretaris Perusahaan SHIP, Nadya Victaurine, dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, jenis kontrak tersebut yakni time charter for oil atau condensate FSI Services. Perkiraan nilai kontrak adalah sebesar USD76,32 juta. "Ini menambah pendapatan keuangan Sillo Maritime, perolehan sumber pendapatan baru dan peningkatan pendapatan secara jangka panjang,” ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan telah mengikuti beberapa tender dan berharap di tahun baru ini mendapatkan kontrak baru. Direktur Utama SHIP, Theresia Herjati, pernah mengatakan, perseroan mengikuti beberapa tender untuk beberapa proyek. Hanya saja, dirinya belum mau membuka berapa tender yang diikuti, yang jelas segmen yang dibidik masih di sektor migas.

“Kami optimistis untuk tahun baru. Kami tetap tender di perusahaan-perusahaan minyak," ujarnya.

Direktur Operasional SHIP, Sumanto Hartanto, menyampaikan kendati industri sedang mengalami tekanan namun tender-tender migas tetap ada. Oleh karena itu, perusahaan ini terus akan mengikuti tender-tender baru yang masih dibuka pada tahun ini. Kendati belum mau membeberkan target tahun 2018, namun dirinya mengaku kinerja bisnis perusahaan ini masih akan melaju kencang. Sampai saat akhir tahun 2017 saja perusahaan ini membidik pendapatan sebesar USD45 juta.

PT Sillo Maritime Perdana Tbk sampai akhir tahun 2017 sesumbar optimistis bisnisnya berkembang. Apalagi dengan beroperasinya kapal CNOOC 114 miliknya pada akhir tahun 2017 yang memberikan dampak cukup signifikan terhadap pendapatan. Disebutkan, perseroan memproyeksikan total aset capai USD189 juta dan kalau pendapatan (revenue) USD45 juta di 2017.Pada sembilan bulan pertama di 2017, pendapatan sudah naik 71% dibandingkan tahun lalu.

Sampai kuartal III-2017, perusahaan ini tercatat mengalami peningkatan pendapatan dari USD11,47 juta menjadi USD32,66 juta. Hal ini juga membuat laba periode berjalan meningkat dua kali lipat lebih dari USD4,83 juta menjadi USD10,62 juta. Kendati bisnis perkapalan tengah lesu akibat dampak harga komoditas, perseroan menyatakan bisnisnya tetap baik. Oleh karena itu, tidak akan mengubah atau diversifikasi bisnisnya di luar jasa angkut migas.

Kemudian untuk mengejar pertumbuhan pendapatan, PT Sillo Maritime Tbk saat ini sudah menyiapkan satu kapal Floating Storage Offloading (FSO) untuk kontrak yang berlangsung selama enamtahun. Kapal ini rencananya akan mulai dioperasionalkan pada akhir Januari 2018. Kapal tersebut sudah dibeli pada bulan Agustus kemarin senilai USD24 juta. Nantinya, kapal tersebut akan digunakan untuk menjalankan kontrak yang akan dimulai pada Januari 2018. Meski tidak menyebut nilai kontrak secara pasti, perseroan mengungkapkan nilai biaya kapal tersebut per hari berkisar USD25.000.

(Risna Nur Rahayu)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement