nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taksi Online Wajib Terapkan Tarif Batas Atas-Bawah

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 09:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 320 1840414 taksi-online-wajib-terapkan-tarif-batas-atas-bawah-ryEZj38Nsn.jpg Foto: Koran SINDO

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) kemarin resmi mengoperasikan angkutan sewa khusus online.

Per kemarin, semua angkutan berbasis aplikasi ini harus menerapkan tarif batas atas dan batas bawah. Mengacu pada Peraturan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Nomor SK. 3244/AJ.801/DJPD/2017 tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Angkutan Sewa Khusus, besaran tarif angkutan sewa khusus di Jatim adalah Rp6.000 per kilometer (km) batas atas dan Rp3.500 per km batas bawah.

Baca Juga: Kemenhub Imbau Taksi Online Tutup Sementara Penambahan Pengemudi Baru

“Peresmian ini sebagai titik akhir dari semua kesepakatan dan kerukunan antara angkutan online dan non-online. Bagaimanapun teknologi tidak mungkin kita hindari,” kata Gubernur Jatim Soekarwo.

Saat ini, berdasarkan data perkembangan proses izin hingga 03 Januari 2018 di Dishub Jatim, jumlah perusahaan yang mengajukan izin prinsip sebanyak 31 perusahaan. Jumlah total kendaraan yang diajukan sebanyak 2.418 unit. Sedangkan Dishub Jatim hanya mengeluarkan izin pada 9 perusahaan dengan jumlah kendaraan 113 unit.

Baca Juga: Dirjen Perhubungan Darat: Sebelum Aturan Taksi Online Berlaku Tegas, Diawali Aksi Simpatik

Sementara mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim Nomor 188/375/KPTS/ 103/2017, kuota angkutan sewa khusus di Jatim berjumlah 4.445 kendaraan yang terdiri dari 3.000 unit untuk wilayah Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, 225 unit di Malang Raya, dan sisanya daerah lain di Jatim.

“Pembatasan kuota ini dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan online tersebut agar tidak bangkrut. Bila kuota bertambah akan bangkrut karena demand dan supply tidak sesuai,” tandas Soekarwo. Soekarwo menjelaskan bagaimana proses perumusan hingga menemukan titik akhir.

Baca Juga: Aturan Taksi Online Berlaku Efektif Febuari 2018

Setelah tiga kali pembahasan di Grahadi, akhirnya disepakati peraturan terakhir yang tentunya menyerap aspirasi masyarakat online dan non-online. “Proses ini menggambarkan bahwa antara online dan nononline pandangan hidupnya sama, yakni ingin berdampingan secara damai dan saling kompromi mencari titik tengah, ini patut dihargai,” terangnya.

Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, peresmian ini menandakan mulai hari ini angkutan online dan angkutan konvensional sepakat untuk bersama- sama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Lukman Hakim)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini