JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji pemidahan Ibu Kota Indonesia, sehingga memisahkan pusat pemerintahan dengan Kota Bisnis. Pemindahan Ibu Kota ini, sekaligus dilakukan agar provinsi lain ikut berkembang.
Prolease Property Consultant Suwito Santoso mengatakan, ibu kota baru nantinya tidak dapat menyaingi Jakarta. Menurutnya, hal ini karena Jakarta sebagai pusat perdagangan dan keuangan dan butuh waktu lama untuk membangun sebuah kota.
“Jakarta tidak bisa disaingi oleh yang baru. Yang lama saja, seperti Surabaya tidak bisa menyaingi Jakarta,” katanya kepada Okezone, Jumat (05/01/2018).
Baca Juga: Ibu Kota Baru Harus Lebih Baik dari Jakarta, Kalau Tidak Namanya Penggusuran
Namun, dia mengatakan jika ibu kota baru nantinya pasti lebih baik dari Jakarta. Pasalnya, sebelum dilakukan pemindahan, pemerintah telah mempertimbangkan banyak hal. “Lebih baik sudah pasti karena sudah direncanakan dengan kapasitas penduduknya,” ujarnya.
Menurutnya, ibu kota baru akan lebih baik karena menggunakan rencana baru. Hingga kini, Jakarta masih menggunakan rencana lama, padahal keadaan sudah berubah seiring dengan berjalannya waktu.
“Kalau sekarang perencanaan Jakarta masih memakai rencana yang lama, bukan dengan populasi yang 10 juta dan jumlah mobil dan motor yang sekarang. Jadi, tidak aneh kalau macet, sering banjir, bongkar pasang prasarana dan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Kalau Hanya Kantor Pemerintah yang Pindah, Jakarta Tak Akan Berubah
Sekada informasi,Keputusan pemindahan Ibu Kota sendiri, sudah disampaikan kepaa Presiden Joko Widodo. Dalam meutuskan rencana tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan, persetujuan MPR dan DPR adalah bentuk adanya dukungan politik dalam kerangka regulasi yang mendukung keputusan pemindahan ibu kota.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.