Image

Kalau Hanya Kantor Pemerintah yang Pindah, Jakarta Tak Akan Berubah

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 10:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 05 470 1840432 kalau-hanya-kantor-pemerintah-yang-pindah-jakarta-tak-akan-berubah-kQFNFZlQ2f.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah berencana memisahkan antara Ibu Kota dengan kota bisnis, yang saat ini ada di satu tempat, Jakarta. Beberapa tempat yang dinilai layak menjadi ibu kota baru Indonesia pun telah diusulkan ke Presiden Jokowi.

Prolease Property Consultant Suwito Santoso mengatakan, pemindahan ibu kota ini tidak akan berdampak pada Jakarta. Sebab, butuh waktu lama untuk membangun sebuah kota. “Kalau yang dipindah kantor-kantor pemerintahan, Jakarta tidak akan berubah,” jelas dia kepada Okezone, Jumat (05/01/2018).

Menurutnya, Jakarta akan tetap menjadi pusat perdagangan dan keuangan, meskipun nantinya ibu kota akan dipindahkan. Dia menjelaskan, dengan berpindahnya ibu kota tidak lantas akan mengubah struktur dari kota tersebut secara langsung.

“Karena untuk membangun kota membutuhkan waktu yang lama. Contoh, Surabaya kota yang berkembang pesat karena sebagai pusat distribusi, perdagangan dan keuangan untuk Indonesia Timur," jelas dia.


Baca juga: Keputusan Pemindahan Kota Ada di Tangan Presiden tapi Libatkan DPR-MPR

"Bogor kurang berkembang, dibandingkan dengan kota Tangerang di Barat Jakarta. Akibat dorongan dari kota Jakarta yang berkembang ke arah barat, bukan timur dan selatan,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena adanya faktor geografis yang menyebabkan sebuah kota bisa maju dengan pesat sedangkan kota yang lainnya tertinggal. Pasalnya, di kawasan Timur Jakarta, sudah banyak lahan-lahan yang dikuasai penduduk setempat, sementara selatan daerah resapan yang dibatasi KDB yang bisa dibangun.

"Sedangkan barat lahan nganggur dan kurang produktif. Bisa cepat dikembangkan dengan konsep kota statelit Jakarta. Utara adalah laut. Membangun suatu kota membutuhkan waktu ratusan tahun,” sambungnya.

Baca juga: Menteri Bambang Sudah Bertemu Pengusaha Bahas Pemindahan Ibu Kota

Selain itu, dia mengatakan Jakarta sebagai pusat bisnis tidak akan terpengaruh dengan pemindahan ibu kota ini. Mekipun kantor pemerintahan pindah, tetapi kinerja Jakarta sebagai pusat bisnis tidak akan berubah.

“Yang dipindah kantor pemerintahan, seperti di Malaysia dengan Putera Jaya, Australia dengan Canberra sebagai ibu kota, Amerika dengan Washington DC. Kota sebagai pusat bisnis tidak ada pengaruhnya seperti NewYork, Sydney, Kuala Lumpur," katanya.

"Jadi perpindahan ibu kota tidak ada pengaruhnya untuk DKI Jakarta. Lahan di pusat kota sudah penuh, lahan dan bangunan bekas pemerintah bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta yang mau berinvestasi bisa sebagai kantor-kantor mereka yang baru,” tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini