nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Bambang: Rating Membaik, Korporasi Indonesia Kian Mudah Cari Pendanaan di Luar Negeri

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 18:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 20 1841881 menteri-bambang-rating-membaik-korporasi-indonesia-kian-mudah-cari-pendanaan-di-luar-negeri-mlDwzRy9J9.jpg (Foto: iNews)

JAKARTA - Kian positifnya tren perekonomian Indonesia terekam dalam rating yang disematkan oleh lembaga pemeringkat internasional. Tentunya, akan banyak manfaat yang bisa diperoleh, termasuk untuk BUMN maupun perusahaan swasta nasional.

"Apabila rating (utang) Indonesia makin baik, maka akan semakin mudah bagi perusahaan Indonesia, bagi swasta untuk mencari pendanaan di luar negeri," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang S Brodjonegoro saat grand launching iNews.id di iNews Tower, Jakarta, Senin (8/1/2017).

Kabar baik datang dari salah satu lembaga pemeringkat pada akhir 2017. Fitch Ratings menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan outlook stabil. Di mana sebelumnya, Fitch menetapkan Indonesia dengan peringkat utang BBB-.

Baca juga:

Fitch Naikkan Rating Utang Indonesia, Jokowi: Kerja Keras Hasilkan Kepercayaan dari Dunia

Peringkat Utang Indonesia Naik, Kemenkeu: Ini Bukti Soliditas Ekonomi Membaik

Fitch menjelaskan, kenaikan peringkat utang tersebut didukung oleh ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal atau faktor global dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan makroekonomi pun secara konsisten untuk menjaga stabilitas.

Bambang melanjutkan, setiap perusahaan pasti akan mencari alternatif pendanaannya masing-masing. Misalnya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang baru-baru ini sukses meluncurkan komodo bond.

Menurut Bambang, korporasi Indonesia umumnya relatif aman alias tidak memiliki kendala berarti jika ingin mencari pendanaan dari luar negeri.

"Syaratnya, proyek (yang digarap) harus jelas dan bankable. Selain itu, reputrasi perusahaan juga harus bagus. Tentu mudah mencari pendanaan dari luar negeri," kata dia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini