nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Investment Grade, Beban Bunga Utang Pemerintah Turun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 20:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 27 20 2071821 dapat-investment-grade-beban-bunga-utang-pemerintah-turun-UzYe0G21dT.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah menginginkan beban bunga utang pada tahun 2020 bisa semakin rendah. Terlebih kini Indonesia sudah mendapatkan peningkatan rating investment grade dari lembaga internasional.

Direktur Jenderal Anggaran Kementeian Keuangan Askolani menyatakan, pemerintah terus mengupayakan efisiensi bunga utang pada tingkat risiko yang terkendali. Kata dia, beban bunga utang tergantung dengan stok jumlah pinjaman yang dilakukan pemerintah.

"Tapi kenaikan daripada beban bunga ini malah kita upayakan semakin menurun di 2019," ujarnya dalam rapat dengan Banggar DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

 Baca Juga: Fitch Ratings Tetapkan RI Investment Grade, Begini Respons Gubernur BI

Dia menyatakan, saat ini beban bunga utang yang harus dibayarkan pemerintah kian kecil. Kondisi ini ditandai dengan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang saat ini sebesar 7,42%.

Turunnya bunga utang Indonesia itu selain karena langkah efisiensi oleh pemerintah, juga didorong peningkatan rating surat utang pemerintah yang sudah mencapai level investment grade dari Standard and Poors (S&P).

Dengan peningkatan rating surat utang pemerintah, lanjutnya, membuat investor menjadi yakin terhadap pengelolaan utang Indonesia. Kemampuan pengelolaan yang kian membaik ini diharapkan terus terjaga sehingga bisa menekan beban bunga utang yang harus dibayarkan pemerintah.

"Ini menyebabkan yield (imbal hasil) daripada bunga utang kita semakin menurun. Artinya beban daripada bunga utang juga semakin menurun kalau kita mau menyusun ke depan ini," kata dia.

 Baca Juga: Ramalan Fitch: Tidak Mungkin Ekonomi RI Tumbuh 6% Secara Cepat

Menurut Askolani, pemerintah juga bakal memperluas pasar surat utang Indonesia. Hal ini dilakukan untuk membuat beban bunga utang yang harus dibayarkan tidak bergantung pada satu pasar saja, sehingga risiko bisa diminimalisir.

"Pedalaman market menjadi sangat penting supaya surat utang ini lebih mudah diperjualbelikan seperti misalnya pasar modal dan pasar keuangan yang lainnya," ujar dia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga Mei 2019, pemerintah telah merealisasikan pembayaran bunga utang sebesar Rp127,07 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 47,14% terhadap target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp275,89 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini