Korsel Larang Perdagangan Bitcoin Cs, Picu Aksi Jual

ant, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 19:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843701 korsel-larang-perdagangan-bitcoin-cs-picu-aksi-jual-H78zXMcv0m.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan mengatakan berencana melarang perdagangan mata uang digital, sehingga harga bitcoin turun dan mengacaukan pasar koin maya saat polisi dan petugas pajak menyerbu penukaran setempat atas tuduhan penghindaran pajak.

Penutupan perdagangan di Korea Selatan, sumber penting permintaan mata uang digital dunia, muncul saat pembuat kebijakan di seluruh dunia berjuang mengatur bitcoin, yang nilainya meroket setahun belakangan.

Baca Juga: Warren Buffett: Bitcoin Cs Akan Berakhir Buruk

Menteri Kehakiman Park Sang-ki mengatakan, pemerintah menyiapkan rancangan undang-undang untuk melarang perdagangan mata uang maya di bursa dalam negeri.

"Ada kekhawatiran besar mengenai mata uang maya dan kementerian kehakiman pada dasarnya menyiapkan rancangan undang-undang untuk melarang perdagangan mata uang maya melalui pertukaran," kata Park pada jumpa pers, menurut kantor pers kementerian tersebut.

Pejabat pers mengatakan bahwa pelarangan itu, yang diajukan pada perdagangan mata uang maya, diumumkan setelah diskusi dengan badan pemerintah lain, termasuk kementerian keuangan dan pengatur keuangan negara tersebut.

Baca Juga: Kodak Berencana Luncurkan Mata Uang Digital, Sahamnya Langsung Naik 125%

Begitu rancangan undang-undang tersebut dirancang, undang-undang untuk melarang perdagangan koin virtual akan memerlukan suara mayoritas dari 297 anggota Majelis Nasional, sebuah proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Sikap keras pemerintah memicu aksi jual mata uang digital di bursa lokal dan luar negeri.

Harga lokal "bitcoin" anjlok 21% pada perdagangan tengah hari menjadi 18,3 juta won (17.064,53 dolar Amerika Serikat) setelah pernyataan menteri tersebut. Mata uang tersebut masih diperdagangkan di sekitar premi 30% dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga: Fokus ke Fintech, OJK Belum Ada Rencana Terbitkan Aturan Larangan Bitcoin

"Bitcoin" turun lebih dari 10% pada Bitstamp yang berbasis di Luksemburg pada harga USD13.199, setelah sebelumnya turun serendah 13.120 dolar AS, terlemah sejak 2 Januari. Saham yang berhubungan dengan mata uang digital Korea Selatan juga terpukul. Vidente dan Omnitel, yang merupakan pemegang saham Bithumb, tergelincir oleh batas perdagangan harian masing-masing 30%.

Park Nok-sun, analis mata uang digital di NH Investment & Securities, mengatakan bahwa perilaku kawanan di pasar koin virtual Korsel telah menimbulkan kekhawatiran.

Lonjakan 1.500% dari "bitcoin" tahun lalu telah memicu permintaan besar akan mata uang digital di Korsel, menarik mahasiswa hingga ibu rumah tangga dan memicu kekhawatiran pada kecanduan perjudian.

"Koin maya diperdagangkan dengan premi lumayan di Korsel dan itu adalah perilaku kawanan, yang menunjukkan seberapa kuat permintaan di sini," kata Park, "Beberapa pejabat mendorong peraturan lebih kuat, karena mereka hanya melihat lebih banyak yang terjun, tidak keluar."

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini