JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini bahwa pemerintah akan memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia. Salah satu caranya adalah pembelian hak partisipasi Rio Tinto yang dikonversi menjadi saham Freeport.
"Indonesia akan memiliki 51%, itu diwakili dalam penandatangan hari ini. Proses untuk dapatkan 51% apakah termasuk participacing interest (Rio Tinto) yang nanti dikonversi jadi saham, itu masih kami diskusikan dan proses negosiasi," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).
Menurut Sri Mulyani, ada beberapa poin dalam proses negosiasi yang tidak bisa disampaikan ke pada publik, karena berkaitan dengan keterbukaan perusahaan. Yang jelas, pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa 51% kepemilikan Freeport menjadi punya negara. "Kami yakinakan komitmen 51% sesuasi adalah tidak ada negosiasi. Menuju situ kami umumkan dalam satu paket," tandasnya.
Baca Juga: Pemda Papua Dapat 10% Saham Freeport, Sri Mulyani: Divestasi Harus Dilakukan Secara Transparan
Sebelumnya, pemerintah mengklaim telah membuat langkah maju dalam proses perundingan Freeport utamanya terkait divestasi 51%. Di mana hari ini dilakukan perjanjian kerjasama pengambilan saham divestasi Freeport antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero).
Dari divestasi 51% yang akan menjadi kepemilikan negara, PT Inalum mendapat 41% dan 10 diberikan kepada Pemprov Papua dan Pemkab Mimika.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.