Image

INSPIRASI BISNIS: Sirup Jeruk Kunci Dijual Lewat Sosmed Untung Rp20 Juta/Bulan

Arsan Mailanto, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 12:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 320 1844531 inspirasi-bisnis-sirup-jeruk-kunci-dijual-lewat-sosmed-untung-rp20-juta-bulan-JCuKbyXvMt.jpg Foto: Sirup Jeruk Kunci Mirrando (Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Banyak potensi pertanian yang bisa dikembangkan di Bangka Belitung (Babel). Seperti yang dilakukan oleh Hera salah satu pelaku UMKM yang memilih bahan buah jeruk kunci untuk dikembangkan menjadi minuman segar yakni sirup sari buah Jeruk Kunci bernama Mirrando.

Pilihan ini tak terlepas dari keunggulan yang dimiliki daerah Bangka, karena memang sudah sejak lama membudidayakan jeruk kunci melalui pertanian. Namun tidak ada pengelolaan komprehensif terhadap produk yang dihasilkan.

Hera menceritakan idenya pertama kali muncul karena di Babel banyak sekali pohon jeruk kunci, jeruk yang biasa digunakan sebagai jeruk sambel. Makanya dikembangkan menjadi minuman, karena harga buahnya relatif murah, dan mudah didapat.

"Buah jeruk kunci kan banyak di sini, selain harganya murah, mudah didapat bahkan kita sendiri pun bisa menanamnya. Makanya ide itu muncul untuk membuat usaha sirup jeruk kunci khas Bangka Belitung," ujarnya ditemui Okezone di kediamannya di Pangkalpinang.

Hera pun menjelaskan proses pembuatannya kepada Okezone, dimulai dari mencuci buah jeruk kunci, lalu diiris, jeruk kemudian diperas yang masih menggunakan alat bantu manual sehingga kualitas tetap terjaga dan higienis.

Untuk komposisi bahan seperti air, gula pasir putih, dan sari jeruk kunci yang sudah diperas. Bahan dicampur menjadi satu kemudian dimasak, diaduk hingga rata, proses memasak selesai lalu dituangkan ke dalam wadah untuk menyaring sari jeruk kunci.

"Selanjutnya proses pendinginan sekira 30 menit, jika sudah dingin kita masukan ke dalam kemasan botol berukuran 30 mm, lalu penempelan label brand Mirrando dan siap dipacking. Bahan yang digunakan ini semuanya masih murni sari buah jeruk yang didapat bekerjasama dengan pertanian," tuturnya.

Menyoal produksi, kata Hera awalnya dalam skala kecil ke toko-toko, untuk kebutuhan bazar dan kunjungan tokoh daerah atau luar daerah, lama kelamaan banyak permintaan (repeat order) usai konsumen mencobanya. Satu botol (biangnya) sirup harga distributor Rp15.000, tetapi kalau sudah di toko-toko bisa dijual Rp17.000 tergantung si penjualnya.

Sedangkan untuk kemasan siap minum ada dua varian rasa original dan rasa sinmoi varian ini sampai sekarang banyak peminatnya karena rasanya unik. "Dalam sehari kita mampu menjual 180 botol kemasan, dan alhamdulillah sekali produksi langsung habis. Produksi pemasaran khususnya di Bangka kawasan Kota Pangkalpinang, Toboali, Belinyu, Sungailiat, Koba. Kalau luar daerah di Jakarta, Depok, Tegal, dan Lampung. Seminggu itu tiga kali produksi," sambung dia.

Ibu dengan dua anak ini mengungkapkan, buah jeruk kunci hanya dipanen dan dijual dalam bentuk yang masih segar. Atas dasar itu, perlu membangun industri kecil guna memberikan nilai tambah pada potensi buah satu ini. Misalnya dengan membuat minuman kemasan yang bernilai cita rasa berbeda.

Sejatinya, hal itupun sempat dialami Hera selaku pencipta sekaligus Owner Mirrando pemilik bisnis rumahan sirup perasan Sari Jeruk Kunci, memiliki ide usaha yang sudah dirintis sejak 2012, kemudian diberi nama Mirrando.

"Nama Mirrando itu berasal dari nama keluarga. Mirr itu dari nama suami Amirr, Hera saya sendiri, anak saya Mira dan Nando jadilah Mirrando. Nama ini sudah terdaftar di HKI (Hak Cipta) mudah-mudahan nama ini bisa membawa berkah untuk kami semua," ucapnya seraya tersenyum.

Kemudian mengurus perizinan PIRT, sertifikasi halal Hera pun menyatakan sudah mengantongi izin dan sertifikat halal MUI. Mirrando sudah label halal, izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sudah disahkan,

"Maka itu saya memberanikan diri untuk memasarkan ke toko-toko. Target awal market kami itu lebih ke oleh-oleh, di-packing bagi wisatawan sebagai buah tangan dari Bangka Belitung," imbuhnya.

Pemasaran lainnya, lanjut dia dibantu juga sama saudara, temen melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan e-commerce (perdagangan elektronik), pameran bazaar UMKM juga dan dibina Disperindag, Kadin. Tentunya membangun jaringan sesuai programnya pemerintah mengembangkan dan meningkatkan ekonomi daerah, mengingat era digital semua serba smartphone, rugi rasanya bila tidak memanfaatkannya dengan optimal.

Didorong oleh suami untuk berwirausaha dengan tujuan membantu banyak orang lain, membantu ekonomi ibu-ibu sekitar rumah tinggal mereka. Awalnya, sejak dirintis pada 2012, Hera hanya memiliki satu pegawai, namun seiring berjalannya waktu, banyaknya permintaan dan pemesanan hingga saat ini, dia telah memperkerjakan 4 karyawan di rumahnya.

Soal omzet, kata Hera sehari itu bisa mengantongi Rp1 jutaan, dan sebulan rata-rata Rp20 juta, kadang kalau lagi ramai bisa Rp24 juta. Sebagai seorang istri dan ibu yang juga memiliki usaha rumahan, dirinya juga harus mengelola keuangan dengan baik salah satunya adalah memisahkan pengelolaan uang rumah tangga dengan uang dari usahanya.

Menurutnya, sari jeruk kunci ini sangat sesuai untuk para pemerhati hidup sehat. Manfaat kesehatan untuk membersihkan percernaan, menghilangkan batuk, menurunkan darah tinggi, menemani menu diet.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena sangat mendukung kegiatan umkm seperti Mirrando, terutama produk-produk daerah yang mumpuni untuk segera dipasarkan tidak hanya di lokal, tetapi skala nasional maupun internasional. Jadi ini merupakan harapan dari Dinas Koperasi dan UMKM Babel.

"Kami sangat mendukung umkm yang sifatnya memberdayakan ekonomi masyarakat daerah di Babel. Kami memiliki Balatkop (Balai Pelatihan Tenaga Koperasi) disiapkan terbuka bagi pelaku umkm untuk belajar mengembangkan bakat berwirausaha, tentunya mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia, mudah-mudahan umkm kita bisa mendunia dan go internasional," ucapnya ditemui Okezone.

"Kita juga sudah melakukan pemasaran melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan juga melalui e-commerce. Jadi pemasaran atau penjualan melalui elektronik ini bisa meraih omset yang baik, otomatis keuntungan laba umkm bisa meningkat," timpalnya.

Elfiyena mengemukakan bahwa Pemrov Babel telah memilih komoditas buah jeruk kunci untuk dibudidayakan serta dikembangkan di daerah. Terlebih sari jeruk kunci tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan pasalnya terkandung vitamin C yang baik bagi daya tahan tubuh.

"Adanya Mirrando baik untuk kesehatan, menjaga daya tahan tubuh manusia, dan memberi kemudahan kepada konsumen untuk tidak perlu repot mengiris buahnya atau memeras setiap pagi, tanpa tambahan bahan pangan dan pengawet," pungkasnya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini