Rapat Pertama Sri Mulyani dengan Komisi XI di 2018 Bahas RUU PNBP hingga BLU Sawit

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 20 1849097 rapat-pertama-sri-mulyani-dengan-komisi-xi-di-2018-bahas-ruu-pnbp-hingga-blu-sawit-kbjkywY5s2.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) melakukan rapat kerja dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Rapat ini merupakan pertemuan pertama di 2018 dengan dua pembahasan utama.

Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng yang dihadiri oleh anggota komisi. Selain itu dari pihak pemerintah hadir pula Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto dan Dirjen Perbendaharaan Negara Marwanto.

Baca Juga: Realisasi PNBP Minerba 2017 Capai Rp40,6 Triliun

Adapun rapat kerja kali ini dimulai pukul 15.25 WIB dan direncanakan untuk selesai pada pukul 17.00 WIB.

"Dari daftar absensi yang saya terima telah di tanda tangani oleh 17 anggota dari 8 fraksi. Ini raker pertama di 2018 bersama bu Menteri," ungkap Mekeng membuka raker di Ruang Rapat Komisi XI, Jakarta, (23/1/2018).

Baca Juga: Capai Rp129 Triliun, Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak Sektor ESDM Sumbang 49,6%

Mekeng menjelaskan akan ada 2 pembahasan pada sore hari ini. Pertama, penjelasan mengenai Rancangan Undang-Undang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kedua adalah penjelasan Badan Layanan Umum (BLU) kelapa sawit dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

"Pembahasan mengenai penjelasan PNBP sudah kita mulai beberapa waktu lalu dan saat ini mau kita selesaikan dengan segera dan kami ingin dengarkan penjelasan dari bu Menteri dan spirit dalam RUU PNBP ini sehingga amandemen ini bisa fundamental dan perbaiki kinerja PNBP kita," jelasnya.

Baca Juga: Polri-BNI Kejar Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Kendaraan Bermotor

Untuk pembahasan kedua yakni kedua BLU yang ingin diketahui oleh komisi XI bagaimana rencana kerjanya di tahun ini karena anggarannya berasal dari negara.

"Karena kedua BLU ini dapat dari anggaran jadi kita ingin rencana kerja," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini