nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisuda 50 Pilot Baru, Menhub Beri Pendidikan Tambahan agar Berkualitas

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 19:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 27 320 1851146 wisuda-50-pilot-baru-menhub-beri-pendidikan-tambahan-agar-berkualitas-kUr3T9x9Fo.jpg Foto: Wisuda Pilot Baru (Giri/Okezone)

TANGERANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini menghadiri upacara wisuda Taruna Diploma II Penerbangan Angkatan 67 Gelombang II di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Menhub Budi didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur.

Adapun jumlah taruna yang diwisuda sebanyak 50 orang wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari 6 orang lulus dengan pujian (cumlaude). Serta 44 orang lulus sangat memuaskan.

 Baca juga: Wisuda 50 Pilot Muda, Ini Pesan Menpan-RB agar Tak Jadi Pengangguran

Budi mengatakan, para siswa yang diwisuda tersebut nantinya akan diberikan pendidikan tambahan. Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pihak sekolah dalam hal ini STPI untuk bisa bantu membimbing.

Adapun pelatihan tersebut yakni berupa Airline Transportasi Pilot Licence (ATPL) Ground selama satu bulan. Para calon pilot ini juga akan diberikan pelatihan Multi Engine Rating selama 15 jam terbang.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada sekolah milik kementeriannya untuk bisa meningkatkan kualitasnya. Baik itu dari sisi kurikulum pengajaran maupun kualitas peralatan yang dimilikinya.

"Untuk lulusan sekarang akan kita berikan pendidikan tambahan. Saya minta ke sekolah-sekolah itu untuk meningkatkan kualitasnya masing-masing. Artinya iya akan ada pendidikan tambahan," ujarnya saat ditemui di STPI, Tangerang, Banten, Sabtu (27/1/2018).

 Baca juga: Menpan-RB Minta 50 Pilot Baru Jadi Anak Zaman Now

Menurut Budi, dilakukannya pelatihan tambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas yang baik dari yang terbaik. Apalagi, ada sekitar 600 pilot pemula yang menganggur karena jam terbang yang dimiliki masih nol meskipun sudah memiliki sertifikat pilot komersial.

Belum lagi, masalah pilot juga muncul karena suplai pilot baru melebihi kebutuhan dengan kompetensi calon pilot dinilai masih rendah. Akhirnya para perusahaan maskapai pun lebih memilih menggunakan jasa pilot asing.

"Kita ingin memiliki yang baik. Kita punya keinginan untuk menjadikan lulusan ini putra-putri terbaik bangsa," jelasnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini