Fenomena Pilot Menganggur, Banyak Sekolah Penerbangan tapi Tidak Terserap Airlines?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 30 320 1852182 fenomena-pilot-menganggur-banyak-sekolah-penerbangan-tapi-tidak-terserap-airlines-DQNURmH2pX.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Pengamat penerbangan Chappy Hakim menyatakan. sekolah penerbangan di Indonesia belum tertata dengan baik. Hal inilah menyebabkan banyak pilot yang baru lulus masih menganggur.

Seperti diketahui, ada lebih dari 1.000 orang pilot muda Indonesia yang masih belum memiliki pekerjaan. Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Pemerintah.

 Baca juga: 600 Pilot Menganggur, Menhub Tutup 2 Sekolah Penerbangan karena Tidak Berkualitas

"Kenapa? Karena secara nasional kita tidak mengelolanya dengan baik, maksudnya begini, seharusnya semua sekolah-sekolah penerbangan itu di bawah pengawasan pemerintah, tapi kenapa yang di bawah pemerintah ini kelihatannya 'kok tidak terkendali' dalam arti dia menghasilkan tetapi tidak bisa diserap oleh airlines?" ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

"Saya bukan nyalahin pemerintah tetapi dalam hal ini manajemen secara nasional harus memikirkan penerbangan itu secara keseluruhan," imbuh dia.

 Baca juga: Wisuda 50 Pilot Baru, Menhub Beri Pendidikan Tambahan agar Berkualitas

Mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) ini juga menyebutkan karena hal ini dia berharap nantinya akan ada yang mengatur manajemen perpilotan secara nasional.

Dia menilai, manajemen diperlukan untuk mengatur bagian-bagiannya sehingga permasalahan pilot menggangur bisa diatasi.

"Oleh itu sebabnya saya mengusulkan ada Kementerian Koordinator atau dewan di tingkat nasional karena pendidikan, training dan education itu lahannya lain, penerbangan sendiri juga lain," jelas dia.

  Baca juga: Banyak Pilot Nganggur, Menhub: Sekolah Penerbang Jangan Hanya Cari Duit

Selain itu, dia juga melihat tidak cukup Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengurus hal ini. Tapi harus ada juga misalnya seperti Kementerian Pendidikan karena menyangkut sekolah meskipun sekolah penerbangan dan saat lulus dan bekerja di atasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

"Kemenhub terlalu berat untuk mengurus itu semuanya. Jadi perlu Kementerian Pendidikan dan Ketenagakerjaan. Tapi, karena tidak ada institusi yang mengkordinir maka terjadilah seperti itu. Jadi itu adalah persoalan management yang tingkat nasional, secara nasional tidak terintegrasi, saya melihatnya seperti itu," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini