RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859591 ri-bisa-keluar-dari-jebakan-negara-berkembang-berkat-usia-penduduk-produktif-Xz6P7MXZSe.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia memiliki peluang untuk bisa keluar dari jebakan negara berkembang (middle income trap). Namun, dengan syarat kualitas dari masyarakat usai produktif ditingkatkan.

Oleh karenanya, dia menilai sensus penduduk penting dilakukan agar bisa memetakan pembangunan apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah sehingga bisa mengurangi pengangguran usia produktif.

"Di sini kita menghadapi dilema, dengan kondisi seperti itu kita berharap bisa memperbaiki kondisi tadi sehingga bisa punya penduduk yang produktif dan berdaya saing dan penduduk itulah yang bisa membawa kita keluar dari middle income trap. Pentingnya sensus yang diselenggarakan BPS adalah untuk memastikan buat perencanaan pembangunan dan kependudukan yang tepat sasaran, sehingga outcome benar-benar penduduk yang produktif dan berdaya saing, bukan sekadar penduduk yang TFR nya turun, tapi kita lihat kualitasnya," ungkap Bambang di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018).

 Baca juga: Isu Privasi, Petugas Sensus Kesulitan Data Penduduk di Rumah Mewah hingga Apartemen

Menurutnya, Indonesia memiliki penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan 5 negara Asia lainnya yang memiliki produk domestik bruto (PDB) besar seperti China, Jepang, India, dan Korea. Karena negara-negara tersebut mempunya penduduk yang saat ini sudah masuk populasi penduduk tua (aging population).

"Kemudian komposisi penduduk tentu ini suatu harapan bahwa kita punya penduduk usia muda yang besar yaitu 90 juta milenial, total fertility rate 2,28, angka kematian anak 24, dan angka harapan lama sekolah masih 12,72%. Modal ada tapi dari segi kualitas masih banyak aspek yang harus ditingkatkan," jelasnya.

 Baca juga: BPS Buka Lowongan 1 Juta Orang Bantu Sensus Penduduk 2020

Bambang menjelaskan, dengan banyaknya usia produktif ini, maka Indonesia bisa lebih baik lagi dan bisa keluar dari negara middle income trap. Bahkan Indonesia dan India yang memiliki jumlah usia produktif terbanyak bisa menjadi motor penggerak perekonomian Asian.

"Kita punya keunggulan dari India, karena jumlah penduduk India terlalu banyak. Indonesia punya jumlah yang bagus, dan managable dan bisa keluar dari middle income trap," jelasnya.

 Baca juga: Mobilitas Masyarakat Tinggi, BPS Gunakan Teknologi Canggih Sensus Penduduk 2020

Selain itu, dia melihat penduduk yang tinggal di perkotaan makin besar, sehingga perkotaan tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi karena lebih dari 50% penduduk tinggal di perkotaan dan produktivitasnya juga semakin baik.

"Yang masih kurang itu female participation dalam pasar kerja atau aktivitas ekonomi, meskipun cukup baik tapi belum standar negara maju. Memang ini pilihan, tentu kita ingin yang terbaik," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini