BPS Buka Lowongan 1 Juta Orang Bantu Sensus Penduduk 2020

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859465 bps-buka-lowongan-1-juta-orang-bantu-sensus-penduduk-2020-YlyJbOwu3I.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk pada tahun 2020 (SP2020). Sensus ini dilakukan untuk ketujuh kalinya sesuai dengan Amanat UU nomor 16 tahun 1997.

Deputi Bidang Statistik Sosial, M Sairi Hasbullah mengatakan, untuk melakukan SP2020 ini akan banyak tantangan yang dihadapi oleh BPS. Salah satunya adalah keengganan responden untuk menemui petugas sensus.

 Baca juga: Sensus Penduduk 2020, BPS Tinggalkan Survei Menggunakan Kertas dan Beralih ke Digital

Karena hal inilah BPS akan mencari sebanyak 1 juta masyarakat yang bisa membantu untuk melakukan survei kepada seluruh responden. Pasalnya tidak bisa hanya mengandalkan pegawai BPS saja.

"Kita butuh minimal 800.000 orang dan maksimal 1 juta orang. Tidak mungkin pakai tenaga BPS karena pegawai kita hanya 15.000 orang," ungkapnya di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018).

 Baca juga: Minta Bantuan Kemendagri, BPS Siap Pakai Metode Baru untuk Sensus Penduduk 2020

Menurutnya, nantinya pembantu atau yang disebut pencacah ini akan diseleksi oleh kepala daerah masing-masing. Setelah itu akan dilakukan pelatihan selama 2 hari penuh.

"Makanya seluruh kompenan bangsa itu terlibat termasuk para Lurah dan kepala Desa nanti ikut terlibat di dalam menyeleksi petugasnya. Akan di training 2 hari efektif dan penuh dan diajarin bagaimana memahami prosedur, konsep, definisi dan sebagainya sehingga pencacah kita yang ada di Sabang sampai dengan Merauke, semua seragam pemahaman terhadap konsep-konsep yang ada itu," jelasnya.

 Baca juga: Persiapan SP2020, BPS Akan Lakukan Sensus Mini di 7 Provinsi Juli 2018

Sementara itu, untuk pendaftaran pencacah ini akan dibuka oleh BPS di awal tahun 2020 yakni sekitar Februari dan Maret. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi kandidat pencacah ini, namun minimal adalah tamatan SMA.

"Ya tentu ada syarat, minimal pendidikan SMA ya. Karena kalau dia tamatan kelas 3 SD jadi pencacah enggak bisalah, enggak mungkin bisa memahami dalam 2 hari," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini