Image

Cegah Ponsel Ilegal, IMEI Handphone Dipantau Mulai April

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1860194 cegah-ponsel-ilegal-imei-handphone-dipantau-mulai-april-mrmnSHHvLq.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah menangkap ponsel ilegal di beberapa lokasi yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Tangerang, dengan jumlah 12.144 unit. Ponsel berbagai merk ini memiliki nilai barang mencapai Rp18,2 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp3,1 miliar.

Guna memberantas tindak kriminal seperti ini, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan mengkonsolidasikan International Mobile Equipment Identity (IMEI) handphone.

Imei merupakan nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat yang terdaftar di jaringan mereka. Setiap ponsel pasti memikil Imei sendiri-sendiri.

"Imei, pada April nanti Imei data sudah terkonsolidasi, jadi kita kerjasama dengan ESME dan qualcomm seluruh produsen ada kerjasam dan seluruh data bisa diakses di Kemenperin," tuturnya, di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, dengan cara seperi ini maka ponsel ilegal tidak bisa beroperasi di Indonesia. Kecuali, kata Ketua DPP Partai Golkar ini, handphone dari luar yang digunakan pribadi bisa didaftarkan (register) melalui online dan langsung masuk ke operator untuk didaftarkan.

"Tapi kalau tidak didaftarkan dia akan hilang. Dengan data itu kita punya by name bya adress," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai, ponsel ilegal bisa hilang jika ada kontrol Imei handphone dari pemerintah. Langkah ini perlu, disamping pemusnahan ponsel ilegal yang dilakukan saat ini.

"Tentu ilegal akan mengganggu produksi dalam negeri bisa berkurang. Jadi kami sangat senang hari ini. Ke depan HP ilegal bisa berkurang. Ke depan kita harap pemerintah melakukan Imei kontrol ya, HP illegal akan hilang semua," tandas Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini