Diisukan Beli Bank Muamalat, Yusuf Mansur: Tunggu Kabar Resminya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 22 320 1863129 diisukan-beli-bank-muamalat-yusuf-mansur-tunggu-kabar-resminya-2GWc2OOyLI.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTAYusuf Mansur diisukan membeli sebagian besar saham Bank Muamalat. Sayangnya, ustadz kondang pemilik PT Paytren Asset Management (PAM) ini masih enggan menyebutkan secara pasti berapa saham yang akan dibelinya.

“Yes (tunggu pengumuman resmi). Terharu dukungan kawan-kawan,” singkatnya kepada Okezone, Kamis (22/2/2018).

Di saat isu tengah merebak, Ustadz Yusuf Mansur memposting sebuah pernyataan di sosial media. Dia mengajak masyarakat membuka tabungan baru di Bank Muamalat.

Baca Juga: Diisukan Akan Beli Bank Muamalat, Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Buka Tabungan Baru pada 28 Februari

"Siapa yang naro kebaikan, akan dapet kebaikan. Bismillah. Buat keluarga muslim muslimah, di manapun berada, yuk ikutan program BUKA BARENG TABUNGAN BARU, di BANK MUAMALAT, Bareng saya dan keluarga. Kita rame2 bukain tabungan baru di Bank Muamalat kita semua. Bareng. Tanggal nya lagi saya cariin. Mungkin tanggal 28. Sekalian shalat zuhur bareng. Jajalin masjid kerennya Muamalat Tower di Lantai 20. Baru direnovasi. Dan MAKAN BARENG. Asal pada bawa sendiri-sendiri. Hahahahaha. Tunggu dah tanggal maennya," katanya seperti dikutip akun Instagram pribadinya yusufmansurnew.

Lalu apa tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas kabar pembelian saham Bank Muamalat ini?

"Di koran banyak (bilang mau beli). Banyak yang mau ngelamar, tapi ngomongnya di koran," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Gedung OJK.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansyur Mau Beli Saham Bank Muamalat, Begini Tanggapan Bos OJK

Wimboh menambahkan, dengan banyaknya minat untuk akuisisi Bank Muamalat ini, artinya kinerja bank tersebut masih bagus.

"Jangan khawatir. Bank ini bagus, Dana Pihak Ketiga (DPK) bagus, murah, yang mau beli banyak," tambahnya.

Kendati demikian, lanjut Wimboh meski ada sedikit permasalahan seperti kredit bermasalah yang pernah mencatat angka tertinggi sebesar 7,11% pada akhir 2015, tapi bank syariah yang beroperasi sejak 1992 ini dinilai masih memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang baik.

Baca Juga: OJK: Masih Banyak Investor Berminat Akuisisi Bank Muamalat

"Ada lah radang-radang tapi masih bagus, bukan masalah likuditas. Kalau NPL di atas threshold diminta setor modal," jelasnya.

Sementara itu, Wimboh mengatakan akan melakukan pertemuan dengan pemegang saham Bank Muamalat namun untuk waktunya belum bisa dipastikan.

"Pasti (bertemu). Tunggu waktunya," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini