nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Kabar Akuisisi, Bank Muamalat: Bisnis Kami Masih Bagus

Inews, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 15:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 23 278 1863773 ramai-kabar-akuisisi-bank-muamalat-bisnis-kami-masih-bagus-kpfa2HROFA.jpg Bank Muamalat. Foto: INews

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia menegaskan, bisnis Bank Muamalat sebagai penyedia jasa keuangan syariah dalam kondisi yang baik. Pernyataan ini menampik rumor yang berkembang yang menyebutkan bank syariah pertama di Indonesia itu bangkrut.

Bank Muamalat saat ini tengah menjalan proses right issue dengan investor potensial untuk mengambil alih sebagian saham perusahaan sehingga modal Bank Muamalat semakin kuat. Langkah ini juga mendapat dukungan dari pemegang saham pengendali Bank Muamalat sekaligus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator.

“Alhamdulillah kondisi Bank Muamalat masih bagus dan saat ini kami sedang serius menjajaki investor potensial untuk ekspansi bisnis ke depan.” kata Achmad Permana, Direktur Utama Bank Muamalat, seperti dikutip Jumat (23/2/2018).

Baca Juga: OJK: Masih Banyak Investor Berminat Akuisisi Bank Muamalat

Hingga saat ini Bank Muamalat masih dimiliki oleh pemegang saham pengendali dari Islamic Development Bank atau IDB (32,74 persen), Boubyan Bank, Kuwait (22 persen), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,91 persen) dan National Bank of Kuwait (8,45 persen).

Menurut Permana, Bank Muamalat merupakan bank syariah pionir dan terkemuka di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kekuatan brand dan eksistensinya dalam menjaring potensi pasar. Walaupun kondisi perusahaan maupun perekonomian cukup menantang, hingga saat ini Bank Muamalat masih berdiri.

Permana menjelaskan, masih bagusnya kondisi Bank Muamalat ditunjukkan oleh Financing to Deposit Ratio (FDR) yang masih cukup kuat yaitu sebesar 86,14 persen. Kondisi tersebut membaik dari tahun sebelumnya yang tercatat 96,47 persen akibat meningkatnya kepercayaan nasabah untuk menyimpan dananya di Bank Muamalat.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansyur Mau Beli Saham Bank Muamalat, Begini Tanggapan Bos OJK

Dari sisi rasio kecukupan modal minimum (capital adequacy ratio/CAR) Bank Muamalat juga tercatat 11,58 persen per September 2017, di atas ketentuan yang berlaku. Tingkat kredit bermasalah (non-performing financing/NPF) gross berada di level 4,54 persen dan NPF netto tercatat 3,07 persen. Meski cukup tinggi, kata Permana, angka tersebut masih berada di bawah ketentuan yang berlaku yakni 5 persen.

“Kami optimis kinerja Bank Muamalat akan terus membaik dan menjadi pemimpin di industri perbankan Syariah dengan strategi dan inisiatif yang telah kami tetapkan dengan didukung oleh teknologi dan sumber daya yang kompeten dan berpengalaman,” kata Permana.

Baca Juga: Diisukan Beli Bank Muamalat, Yusuf Mansur Kembali Ajak Solat Dzuhur dan Makan Siang Bareng

Permana melanjutkan, Bank Muamalat tetap menjalankan operasional bisnisnya sesuai prinsip syariah yang amanah, dukungan yang diberikan terhadap eksistensi perbankan syariah di Indonesia cukup besar dan Bank Muamalat terus berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan prima bagi seluruh nasabah.

“Segala informasi terkait rencana aksi korporasi, akan disampaikan dan terus diperbaharui dalam website Bank Muamalat sesuai regulasi keterbukaan informasi publik,” ucapnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini