KUPANG - Target pembukaan areal persawahan baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim tanam 2017, tidak tercapai.
Dari 667 hektare yang ditargetkan pemerintah pusat, hanya terealisasi sebanyak 446 hektare, kata Kepala Bidang Penyuluhan Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yos Umbu Wanda kepada Antara di Kupang, Senin.
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan realisasi pembukaan sawah baru di NTT tahun 2017, melalui upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai (PJK) atau dikenal dengan Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan padi.
Pemerintah pusat dalam tahun 2017, mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pembukaan sawah baru seluas 667 hektare, tersebar di 14 kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.
Ke-14 kabupaten yang menjadi sasaran pembukaan lahan sawah baru antara lain adalah Kabupaten Kupang, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sikka, Flores Timur, Kabupaten Kupang serta Timor Tengah Selatan (TTS).