Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Siap Tahan Pelemahan Rupiah

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 03 Maret 2018 |11:18 WIB
BI Siap Tahan Pelemahan Rupiah
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Mirza menegaskan, pelemahan rupiah terhadap green - back hanya bersifat sementara. Menurut dia, kondisi ini bukan terjadi pada mata uang rupiah saja.Namun, mata uang negara lain juga mengalami hal yang sama.

"Krona Swedia itu dari awal Februari sampai akhir Februari 2018 melemah 4,9%, dolar Kanada 3,8%, Australian dollar 3,6%. Kalau kita lihat negara berkembang, pada waktu awal Februari sampai akhir Februari, rupiah melemah 2,6%,” ujar Mirza.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan meningkatnya permintaan aset berdenominasi dolar AS membuat mata uang Amerika Serikat melanjutkan apresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia di pasar spot valas.

"Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang memicu permintaan dolar AS,” katanya.

Kendati demikian, menurut dia, apresiasi dolar AS terhadap rupiah relatif terbatas ka rena sentimen positif dari da lam negeri, yakni inflasi yang ma s ih terjaga. Badan Pusat Sta t istik (BPS) mencatat inflasi Februari sebesar 0,17% sehingga inflasi tahun kalendermen capai 0,79% dan inflasi tahun ke tahun mencapai 3,18%.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement