JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan tidak ingin tergesa-gesa mengerjakan proyek Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya. Rencananya proyek tersebut dikerjakan oleh pihak Jepang.
Luhut mengatakan, sekarang pihaknya masih menunggu kajian dari Menteri Bappenas untuk proyek kereta tersebut. "Beliau kan ahli dalam bidang itu. Jawa suatu ketika akan jadi pulau kota, jadi kita bangun infrastruktur jangan bikin 1,2 tahun, kita bikin 40 tahun," tuturnya, di JCC, Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Baca Juga : Bahas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Menhub Sambangi Kantor Menko Luhut
Menurut Luhut, proyek besar untuk menghubungkan Jakarta-Surabaya via transportasi berbasi rel mesti dikaji dengan benar. Seperti dalam menentukan teknologinya saja suatu dilema antara nero atau standar.
"Pakai nero cuma kita pakai cost murah, pakai standar cost tinggi. Ini menentukannya saja dilema," ujarnya.
Baca Juga : Anggaran Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Membengkak di Atas Rp100 Triliun
Akan tetapi, kata Luhut, pihaknya memastikan proyek tersebut akan jalan. Hanya kepastian tinggal menunggu study seperti apa proyek ini dikerjakan.
"Jadi jalan suatu proyek bukan karena intuisi, tapi harus jalan dari hasil study supaya tidak ada masalah nantinya," tuturnya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.