"Dengan demikian jumlah uang keluar pada periode Imlek 2017 tidak terlalu besar sebagai akibat penyesuaian dari jumlah uang keluar pada periode libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 yang juga diikuti dengan jumlah uang masuk dalam jumlah yang cukup besar dari kondisi setelah puncak," jelas dia.
Dia merincikan bahwa dari sisi lain, peningkatan uang keluar juga sejalan dengan survei konsumen yang dilakukan oleh KPwBI Kalbar, dengan hasil terdapat peningkatan sebesar 20% pada indeks perkiraan pengeluaran untuk konsumsi Februari 2018, dibandingkan dengan Februari 2017.
"Namun, fenomena di atas belum dapat dipastikan akan terjadi secara persis pada periode sejenis di tahun selanjutnya. Mengingat, bahwa outliar dalam statistik atau data observasi yang muncul dengan nilai ekstrim di luar kewajaran yang seharusnya merupakan hal yang sangat perlu dipertimbangkan dalam hal tersebut," kata dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)