nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Siti: 80% Sampah di Laut Berasal dari Darat

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872161 menteri-siti-80-sampah-di-laut-berasal-dari-darat-Rr6coImUxB.jpg Foto: Menteri Siti Nurbaya (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah kali ini akan semakin serius menangani masalah sampah yang ada di Indonesia. Hal ini setelah beredarnya video penampakan sampah yang ada di salah satu laut, Pulau Dewata, Bali.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, sampah yang ada di laut mayoritas berasal dari darat sehingga perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan bisa membahayakan lingkungan terutama laut.

"Tadi itu dibahas tentang pengelolaan sampah di Bali. Dari Pemerintah daerah menjelaskan situasi lapangannya, banyaklah masalahnya. Tapi secara umum di Indonesia memang sampah yang ada di laut itu 80% dari darat," ungkap Siti usai rapat penanganan sampah di Kemenko Kemaritiman, Selasa (13/3/2018).

Baca Juga:

Tanggapi Isu Sampah di Bali, Ini Kata Menteri Pariwisata

Rapat dengan Menko Luhut, Bupati Tabanan Kampanyekan Melawan Sampah di Bali

Dengan permasalahan ini, maka pemerintah berusaha menyusun langkah bagaimana menyelesaikan masalah sampah ini dengan tepat. Terutama yang ada di Bali yang menjadi tujuan utama pariwisata Indonesia.

"Jadi kita harus tangani sampah dari darat ini, jadi dibuat jaring di sungai-sungai besarnya. Kemudian tentu saja kan bobotnya kalau penanganan sampah itu dikurangi dari sumber atau sampah yang ada dimanfaatkan. Jadi ada dua sisi bagaimana mengatur supaya sampahnya jangan sampai tidak dikelola baik," jelasnya.

 Baca Juga: Jokowi Bakal Terbitkan Perpres Pengolahan Sampah

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan juga menyebutkan, Bali menghasilkan sampah yang sangat banyak setiap harinya. Sampah Bali hampir hingga 3.000 ton per hari. Selain itu ada juga sampah bawaan dari laut utara.

"Bali itu memproduksi sampah sampai 3.000 ton per hari atau lebih," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini