nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub: Moratorium Sopir Taksi Online Selama 1 Bulan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 19:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872253 menhub-moratorium-sopir-taksi-online-selama-1-bulan-rfDtTqV2Q3.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan melakukan kebijakan moratorium atau penghentian sementara untuk rekrutmen sopir baru taksi online. Moratorium rekrutmen sopir baru taksi online akan dilakukan selama 1 bulan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan moratorium ini akan dilakukan setidaknya selama satu bulan ke depan. Jika didapati adanya aplikator yang tak melakukan aturan ini, kata Budi akan diberikan sanksi, namun ini tak berlaku dalam sebulan ini.

"Kita akan lihat dalam sebulan. Tentunya suatu waktu akan ada sanksi (pada aplikator yang tidak mematuhi moratorium). Tapi sebulan ini tidak (dikenakan sanksi dulu)," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

 Baca Juga: Banyaknya Jumlah Driver Taksi Online Timbulkan Ketidakseimbangan Demand dan Supply

Budi menyatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait maupun aplikator terkait kelebihan kuota disetiap daerah tersebut. Hal ini guna menangani pengemudi yang sudah terlanjur mendaftarkan sebagai pengemudi taksi online.

"Kita akan diskusikan dengan baik. Kan di sini ada driver yang sudah daftar, kita juga enggak ingin driver yang sudah daftar itu jadi tidak ada," bebernya.

Diakui Budi, jumlah pengemudi taksi online kini sudah melampaui batas. Hal ini bahkan membuat pendapatan antar pengemudi semakin menipis. "Memang sudah lampaui yang diharapkan dan kebanyakan. Ada kecenderungan sopir-sopir itu jumlah pendapatan sudah berkurang, karena jumlahnya yang sudah melampaui," ujar dia

Baca Juga: Pendaftaran Sopir Taksi Online Distop Sementara, Menhub: Biar Mereka Bisa Cicil Mobil

Dia menjelaskan, keputusan moratorium berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya. Di mana didapati kuota-kuta pengemudi taksi online yang ditetapkan di setiap daerah sudah melampaui batas.

"Yang kedua kita melakukan survei intensif walaupun kualitatif bahwa jumlah angkutan yang diperoleh satu driver itu menurun drastis, kita tidak ingin mereka yang sudah mencicil membeli (kendaraan) kekurangan pemasukan, oleh karenanya kita melakukan moratorium," paparnya.

Oleh sebab itu, kata Budi Karya, pihaknya telah duduk bersama dengan aplikator untuk menyepakati pembatasan rekrutmen pengemudi taksi online tersebut. Dia menyatakan, aplikator sudah sepakat dengan hal ini.

"Oleh karenanya dengan menyampaikan maaf, kita memang membatasi aplikator untuk menambah, supaya driver-driver yang ada itu tetap mendapatkan jumlah pemasukan yang sama banyaknya," jelas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini