nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag: Tol Laut dan Digitalisasi Jadi Solusi Penurunan Harga di Daerah Timur

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 14:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 320 1872602 mendag-tol-laut-dan-digitalisasi-jadi-solusi-penurunan-harga-di-daerah-timur-p4EABd2wU7.jpg Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto (Okezone)

JAKARTA - Distribusi barang di Indonesia terutama ke daerah Timur masih menjadi kendala. Karena jarak yang jauh dan jalan yang tidak memadai maka ongkos kirim barang ke daerah pelosok menjadi sangat mahal. Hal itu juga menyebabkan disparitas harga di daerah Timur dan pusat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, karena permasalahan itu maka pemerintah membuat tol laut sehingga pengiriman barang ke daerah Timur cepat dan terjangkau.

Dengan tol laut ini, lanjut Enggar, ongkos pengiriman barang ke daerah akan lebih terjangkau sehingga membuat harga di daerah pelosok sama dengan di kota. Solusi tol laut ini pun dinilai berhasil sebab harga barang di wilayah Timur sudah mulai menurun.

Baca Juga: Tol Laut Berbasis Kontainer, Pelabuhan Tanjung Priok Diharap Beroperasi 7 Hari

"Solusinya transportasi dan salah satu dilakukan adalah dengan tol laut," ungkap Enggar saat Okezone berkunjung ke kantornya, Rabu (14/3/2018).

Selain itu, untuk menurunkan harga barang, proses pengiriman sekarang ini dilakukan dengan digitalisasi. Barang bisa dikirim menggunakan teknologi online mengikuti perkembangan zaman. Namun, Mendag belum menjelaskan dengan detail bagaimana prosesnya nanti.

"Dengan digitalisasi. Di satu sisi membantu dan di sisi lain kita boleh khawatir karena kalau kita tidak hati-hati maka Indonesia hanya jadi pasar dunia," jelasnya.

Baca Juga: Tol Laut Turunkan Harga Barang-Barang di Timika, Ini Daftarnya

Untuk mencegah Indonesia menjadi pasar dunia, produksi dalam negeri juga harus di tingkatkan terutama produk IKM yang saat ini banyak yang bisa dijual ke masyarakat luar. Pemerintah juga telah membantu dengan melakukan pendampingan dan melakukan perjanjian perdagangan agar produk Indonesia bisa bebas bea masuk.

"Saya sudah mengumpulkan market place yang besar-besar, saya titip betul agar ikut memasarkan produk kita, terutama produk IKM kita tentunya. Kita jangan hanya jadi pasar tapi tolong bantu memasarkan dan itu sudah mulai dipahami dan kita nanti akan terus monitor sampai saya bilang jangan sampai saya menetapkan peraturan sekian persen tapi marilah dimulai dengan kesadaran karena sesuatu yang dimulai dengan kesadaran maka tentu akan lebih baik," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini