nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Leasing Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp1,5 Triliun Tahun Ini

Anggy Muda, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 16:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 15 320 1873265 mnc-leasing-targetkan-penyaluran-pembiayaan-rp1-5-triliun-tahun-ini-0VHnzDrM3R.jpg Foto: Direktur Utama MNC Leasing (Okezone)

TANGERANG - PT MNC Guna Usaha Indonesia (MNC Leasing) menargetkan pembiayaan kredit sebesar Rp1,5 Triliun di tahun 2018. Demikian dikatakan Direktur Utama MNC Paulus Cholot Janala saat menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Gaya Makmur Tractors di Jakarta.

"Target kita di tahun ini hampir Rp1,5 triliun, dan kita yakin ditahun ini dengan banyaknya strategic partner, dan line produk yang cukup banyak serta cukup bisa diterima dipasaran sehingga kita bisa dapatkan volume bisnis yang bagus," ungkap Paulus kepada Okezone, Kamis (15/3/2018).

 Baca Juga: MNC Leasing Siap Salurkan Pembiayaan Alat Berat dan Truk

Dengan mengusung empat poros pembiayaan modal usaha setingkat corporation, Paulus mengaku, memfokuskan diri ke infrastruktur, manufaktur, agriculture hingga industri kesehatan atau medical equipment.

"Kita fokus di empat poros line bisnis, pembiayaan infrastruktur, mesin-mesin manufacturing, agriculture dan kita akan mulai masuk medical equipment," terang Paulus.

Ditanya soal tingkat kredit macet, orang nomor satu di MNC Leasing ini mengaku, tingkat kredit macet debitur di tahun ini sebanyak 0,5%, dan kondisi ini dianggap masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan yakni sebanyak 2%.

"Di Industri pembiayaan standarnya kredit macet bisa diatas 2% sampai 3%. Artinya dengan kondisi MNC Leasing yang hanya 0,5% kualitas debitur kita cukup bagus," jelas Paulus.

 Baca juga: Wih! MNC Leasing Targetkan Tambah 20 Partner Bisnis Melalui Hospital Expo

Untuk mempertahankan persentase kredit macet di angka 0,5%, lanjut Paulus, pihaknya akan membatasi strategic partner untuk menjaga konsistensi.

"Kita juga enggak mau terlalu banyak strategic partner nanti enggak fokus, makanya kita fokuskan di beberapa partner. Dan sampai saat ini, partner yang kita ajak kerjasama ini juga bagus, serta produknya diterima di pasaran, sehingga kombinasi antara customer yang bagus serta partner yang bagus membuat kita bertahan di angka 0,5% walaupun pasti ada yang problem tapi tidak tinggi," tutup Paulus.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini