Image

BBM Satu Harga Sasar 67 Titik Tahun Ini

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 19 320 1874968 bbm-satu-harga-sasar-67-titik-tahun-ini-qlOwbfPtKp.jpg Penyaluran BBM Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) salah satunya dengan direksi PT Pertamina (Persero). Perseroan memberikan update mengenai program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga.

Direktur Pemasaran Pertamina Iskandar mengatakan, program BBM Satu Harga merupakan penugasan kepada perseroan. Untuk itu sejak 2017, telah dijalankan penyaluran dan pendistribusian BBM ke 54 titik.

"Pada 2018 penugasan di 67 titik. Di dalam peta terlihat daerah remote di perbatasan Kalimantan, Pulau terluar di Sulawesi, NTT, dan sebagaian besar Papua. Kemudian di Sumatera di perairan wilayah barat. Sama di Natuna dan Anambas," ujarnya, di ruang rapat Komisi VII, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca Juga: BBM Satu Harga, BPH Migas Pastikan Tidak Ada Kelangkaan di SPBU

Sementara itu, Iskandar melanjutkan progres realisasi BBM Satu Harga di 2018, sampai saat ini pendistribusian dan penyediaan sudah dilakukan di dua titik. Kemudian 10 titik sedang dalam progres pembangunan sebagian tunggu proses administrasi.

"10 sudah administrasi dan tinggal pembangunan. 40 titik evaluasi investor dan sisanya masih tunggu investor di lokasi ditetapkan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan pemerintah tidak ragu untuk mengeluarkan biaya sebesar Rp800 miliar untuk menyalurkan bahan bakar minyak ke sejumlah daerah terpencil dalam program BBM Satu Harga. Ada 17 TBBM berupa 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan SPBU Nelayan (SPBUN) yang diresmikan.

residen berjanji bahwa setiap tahun TBBM dalam program BBM Satu Harga akan terus bertambah. Karena masih banyak daerah terpencil maka di sini itu daerah perbatasan jadi disalurkan lewat tangki kemudian disalurkan lagi lewat drum, kemudian ke tongkang.

Baca Juga: Penyaluran BBM Satu Harga Butuh Biaya Rp800 Miliar

Tujuannya adalah agar masyarakat selain dapat dengan mudah mengakses BBM namun juga dapat membeli BBM itu karena harganya sudah sama atau mendekati harga BBM di daerah lain khususnya di Pulau Jawa.

Menteri ESDM Ignasiun Jonan dalam sambutannya mengatakan bahwa pada tahun 2017 sudah ada 57 titik TBBM yang berada di 57 kecamatan dibangun. Dari jumlah tersebut 54 TBBM dikerjakan Pertamina sedangkan tiga oleh swasta.

Total sampai November 2017, premium yang sudah disalurkan ada 11 juta liter dan solar kira-kira 6 ribu kilo liter dari perkiraan maksimul penyaluran 20 ribu kilo liter. (mrt)

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini