nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut Mandiri Senang Suku Bunga BI Dipertahankan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 22:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 22 20 1876721 dirut-mandiri-senang-suku-bunga-bi-dipertahankan-piEyuRRxPD.jpg Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21-22 Maret 2018 memutuskan untuk mempertahankan 7-day Reverse Report Rat (BI 7 Day RR Rate) di level 4,25%. Dengan demikian, bulan ini menjadi bulan ketiga di tahun 2018 Bank Sentral menahan sukuk bunga acuannya.

Sebelumnya, sepanjang 2017 BI juga telah menahan suku bunga acuannya di level 4,25% selama tiga kali berturut-turut sejak Oktober hingga Desember. Adapun suku bumg Deposit Facility (DF) tetap pada level 3,5% dan Lending Facility (LF) pada level 5% berlaku efektif sejak 23 Maret 2018.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, langkah yang di ambil oleh Bank Indonesia untuk menahan suku bunga sudah sangat tepat. Pasalnya, kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed masih tergolong wajar.

"Memang sesuai ekspektasi biar rate masih ditahan karena memang kenaikan yang satu kali Fed ini kan masih ekspektasi," ujarnya saat ditemui di Grand Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 4,25%

Bahkan lanjut Tiko, kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan The Fed sudah terlebih dahulu diantisipasi oleh pasar sehingga tidak terlalu berdampak banyak. Oleh karenanya langkah tepat bagi Bank Indonesia untuk tidak terburu-buru melakikan respons yang berlebihan.

"Tapi saya rasa kalau Fed rate-nya kisaran 2-3 kali itu masih dalam konteks yang sudah diantisipasi oleh pasar dan pasar tidak harus melakukan respons yang harus siginfikan terhadap Fed rate jadi saya rasa BI tepat menahan suku bunga," jelasnya.

Menurut Tiko, jika The Fed akhirnya memutuskan untuk menaikkan suku bunganya selama empat kali berturut-turut, barulah BI merespons dengan menaikkan suku bunganya. Akan tetapi, hal itu juga harus dilihat bagaimana dana asing yang keluar (Capital outflow).

"Jadi nanti kalau The Fed naiknya sudah empat kali baru direspons. Memang harus dilihat apakah capital outflow-nya terjadi atau tidak," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini