Menteri Bambang: Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2019 Harus Cermat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 320 1876877 menteri-bambang-penyusunan-rencana-kerja-pemerintah-2019-harus-cermat-XlDpKjzIre.jpg Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro Tekankan Pentingnya RKP (Dok. Bappenas)

JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan bahwa dalam era demokrasi Forum Konsultasi Publik (FKP) sudah bukan lagi suatu opsi melainkan suatu keharusan yang sangat perlu diadakan.

Menteri Bappenas berharap FKP bisa ditularkan hingga ke daerah yang bisa dilaksanakan oleh Bappeda maupun pimpinan daerah. Bappeda, kata Bambang, bisa memfasilitasi forum tersebut jika konteksnya perencanaan, sementara untuk pimpinan daerah lebih ke masalah pelayanan dalam arti luas.

Bentuknya bisa seperti town hall meeting atau public consultations yang akan menjadi saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

“Seharusnya setiap pemerintahan daerah punya konsep town hall meeting atau public consultations yang bisa menjadi forum pertemuan langsung antara pimpinan daerah dengan masyarakat,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

 Baca Juga: Ini Bocoran Rencana Kerja Pemerintahan Jokowi-JK di 2019

Menteri Bambang menjelaskan FKP merupakan kegiatan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) khususnya pasal 2 ayat (4) yang menyebutkan bahwa SPPN bertujuan untuk mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat dan mengoptimalkan partisipasi seluruh pemangku kepentingan pembangunan yang terkait dalam proses penyusunan rencana pembangunan, salah satunya adalah Perguruan Tinggi dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS).

Sejak 2011, pelaksanaan konsultasi publik sebagai salah satu proses teknokratik bagi penyusunan dokumen perencanaan sudah dilakukan dan akan terus dilakukan.

Bambang mengatakan bahwa tujuan FKP hari ini adalah untuk mengkomunikasikan Rancangan Awal RKP Tahun 2019 kepada pemangku kepentingan khususnya Perguruan Tinggi dan OMS, sehingga dapat memperoleh masukan. Dengan begitu, diharapkan RKP Tahun 2019 dapat lebih tajam dan dapat mencapai target-target pembangunan jangka menengah nasional.

“Tujuan dari FKP ini adalah untuk mengkomunikasikan Rancangan Awal RKP Tahun 2019, sekaligus untuk mendengarkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan pembangunan, khususnya unsur masyarakat yang diwakili kalangan Perguruan Tinggi dan OMS," paparnya.

Baca Juga: Ditanya Kenapa Sering ke Papua, Presiden Jokowi: Indonesia Timur Terlalu Lama Dilupakan

Dia menjelaskan, tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan sekaligus tahun penutup bagi Kabinet Kerja dalam mengupayakan pencapaian visi pemerintah sebagaimana tertuang dalam RPJMN.

"Oleh karena itu, penyusunan RKP Tahun 2019 harus lebih cermat dan terintegrasi, serta mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia secara tepat dan strategis,” jelas Bambang.

Bambang berharap FKP ini dapat menghimpun masukan dan kritik konstruktif dari para pemangku kepentingan khususnya Perguruan Tinggi dan OMS untuk menyempurnakan Rancangan Awal RKP Tahun 2019.

“Kita sadari bahwa keberhasilan pembangunan nasional merupakan keberhasilan kolektif dari peran pemerintah bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat dari berbagai lapisan," sambungnya.

Dia melanjutkan, partisipasi masyarakat merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan perencanaan yang efektif dan strategis, sehingga mampu mengantisipasi perubahan dan dinamika dalam masyarakat.

"Oleh karena itu, mari kita rapatkan barisan untuk bekerja bersama secara sinergis mewujudkan pembangunan nasional Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini