nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wijaya Karya Gedung Bukukan Kontrak Baru Rp2,29 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 27 278 1878508 wijaya-karya-gedung-bukukan-kontrak-baru-rp2-29-triliun-iZqpWZsB3v.jpg Wika Gedung membukukan kontrak baru sebesar Rp2,29 triliun (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) hingga minggu ketiga Maret 2018 berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp2,29 triliun dari total 10 proyek yang telah diraih perusahaan. 

Direktur Utama Wijaya Karya Bangunan Gedung Nariman Prasetyo mengatakan, sepanjang tahun ini perseroan berharap bisa meraih kontrak di hadapi sebesar Rp16,59 triliun atau naik 28,2% dari realisasi pada 2017. Total kontrak dihadapi terdiri atas kontrak baru Rp7,83 triliun dan carry over dari 2017 sebesar Rp8,76 triliun. “Hingga minggu ketiga Maret 2018, kami berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp2,29 triliun, kami optimistis bisa meraih target kontrak dihadapi hingga akhir tahun ini sebesar Rp16,59 triliun,” kata Nariman di Jakarta. 

Baca Juga: Wika Gedung Bidik Kontrak Rp16,59 Triliun di 2018

Menurut dia, sejumlah proyek yang telah diraih anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tersebut, di antaranya Transpark Cibubur, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Ruko dan Sekolah Podomoro Golf View Cimanggis, Gedung Fasilitas Produksi Media, Surveilans dan Epidemilogi. Selain itu, ada juga proyek Teknik dan Pengawasan Mutu PT Biofarma (Persero), Perluasan Gedung Terminal Penumpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Transmart Maja pahit Semarang dan Transmart Pekalongan. Untuk mendukung target kontrak baru tersebut, menurut Nariman, sepanjang tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp668 miliar.

Baca Juga: Incar Proyek Pemerintah dan Swasta, Wika Gedung Bidik Total Kontrak Rp16 Triliun di 2018

Seperti diketahui sebelumnya, pendapatan dari initial public offering (IPO) perseroan sebagian besar atau 70% akan digunakan untuk investasi dan sisanya 30% sebagai modal kerja. “Investasi kita dibagi tiga, yaitu untuk konsesi, pengembangan usaha dan sisanya untuk teknologi informasi, jadi alokasi capex tahun ini sekitar Rp668 miliar,” tuturnya. Sementara itu, Direktur Keuangan Wijaya Karya Bangunan Gedung Abiprayadi Riyanto menjelaskan, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) telah diputuskan pembagian dividen sebesar Rp56,57 miliar atau setara Rp5,91 per lembar saham. 

“Dividen tersebut merupakan laba bersih per Juli-Desember 2017 sebesar Rp188,47 miliar, sedangkan laba bersih Januari-Juni 2017 telah dikapitalisasi menjadi modal disetor,” paparnya. Selain penetapan penggunaan laba bersih 2017, menurut Abi, RUPST juga membahas perubahan susunan pengurus perseroan. Para pemegang saham menunjuk Gandira Gutawa sebagai Komisaris Wijaya Karya Bangunan Gedung. 

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini