nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Incar Proyek Pemerintah dan Swasta, Wika Gedung Bidik Total Kontrak Rp16 Triliun di 2018

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 30 278 1823046 incar-proyek-pemerintah-dan-swasta-wika-gedung-bidik-total-kontrak-rp16-triliun-di-2018-TrLE3tqGcb.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Wijaya Karya Gedung  Tbk (WIKA Gedung) berkeyakinan dapat mengantongi total kontrak atau order book Rp16 triliun tahun depan. Terdiri dari kotrak baru sebesar Rp8 triliun serta kontrak bawaan atau carry over sebesar Rp8 triliun.

Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo optimis target tersebut dapat tercapai karena perseroaan masih memiliki backlog kontrak tahun 2017.

"Kami sangat optimis target tahun depan tahun depan, karena ada backlog kontrak tahun 2017 dan tahun depan kami targetkan dapat meraih kontrak Rp16 triliun yang terdiri dari carry over kontrak lama sebesar Rp8 triliun, dan kontrak baru sebesar Rp8 triliun," jelas dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/11/2017).

 Baca Juga: Debut Perdana di Pasar Modal, Saham Wika Gedung Cuma Naik 10 Poin Jadi Rp300

Nariman melanjutkan, kontrak tersebut akan menyasar proyek di sektor pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 60%. Sedangkan sisanya 40% menjadi porsi proyek swasta.

"Untuk pasar pemerintah kami masuk low cost housing, lalu kebandarudaraan, lalu beberapa proyek loan. Sedangkan swasta mostly pelanggan berulang yang memberikan pekerjaan sebelumnya. Misalnya, backlog tidak musti proyek baru tapi meneruskan. Seperti ada yang yang pakai struktur saja pada kontrak awal, nanti setelahnya baru pake arsitekturnya," jelas dia.

 Baca Juga: Hari Ini, Wika Gedung Mulai "Bangun Fondasi" di Pasar Modal

Hingga Oktober 2017, kontrak baru WIKA Gedung mencapai Rp6,2 triliun, sehingga total kontrak perseroaan (order book) saat ini menjadi Rp11,8 triliun yang terdiri dari kontrak baru senilai Rp6,2 triliun dan kontrak carry over tahun lalu sebesar Rp5,6 triliun.

Beberapa proyek kontrak baru yang telah diperoleh antara lain, Apartemen Arandra Residences Jakarta, Hotel & Resort Pullman Mandalika Lombok, Apartemen Grand Ostello Jatinangor, Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, Tamansari Urbano Bekasi, Transmart Sidoarjo, Trans Studio Cibubur, Jakarta lntemational Equestrian Park Pulomas Jakarta Timur, Gedung Mabes Polri Sisi Barat, Gedung Telkom Manyar, Apartemen Tamansari Iswara di Bekasi, Stasiun LRT Jakarta Koridor 1 Jakarta, Apartemen B Residence, Relokasi Rumah Dinas TNl AU -Halim, Transmart Jember dan Pembangunan Rumah Susun Sewa Banten, Jabar dan DKl Jakarta.

Untuk diketahui, Wika Gedung sudah resmi menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perseroan melepas sebanyak-banyaknya 2,87 miliar lembar saham baru atau setara dengan 30% setelah IPO.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini