nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaporan SPT 2017 Akhirnya Rampung, Simak Faktanya

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 01 April 2018 11:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 01 320 1880601 pelaporan-spt-2017-akhirnya-rampung-simak-faktanya-y7gXhZqdYY.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2017 telah berakhir, Sabtu 31 Maret 2018, pukul 24.00. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat total penerimaan SPT sampai Sabtu sore mencapai 10.589.648 SPT.

Total penerimaan SPT 2017 meningkat 14% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode sebanyak 9.288.394 SPT.Dari 10.589.648 SPT yang sudah masuk, 1.916.229 di antaranya diterima manual. Sementara sisanya melalui elektronik.

Inilah fakta-fakta,pelaporan SPT 2017seperti dirangkum Okezone Finance, Minggu (1/4/2018) :

1. Denda Rp100.000 Jika Tidak Lapor SPT 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan tidak akan memperpanjang masa pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk orang pribadi. Artinya, batas akhir waktu pelaporan SPT untuk Wajib Pajak (WP) orang pribadi akan tetap berakhir hari ini.

Baca Juga : Pelapor SPT 2017 Meningkat 14% dan Mayoritas Online

Menurut Sri Mulyani, masyarakat bisa melaporkan langsung secara online hingga pukul 24.00 WIB. Sementara bagi WP yang ingin melaporkan langsung secara manual dengan datang langsung ke kantor pajak, maka Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di setiap wilayah akan melayani hingga pukul 17.00 WIB.

Oleh karena itu, lanjut Ibu Ani, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum melaporkan SPT untuk segera lapor. Bagi WP OP yang belum melapor hingga malam nanti, pemerintah akan mengenakan dendam sebesar Rp100.000 per WP untuk satu tahun.

"Kalau sampai besok belum lapor SPT, konsekuensinya denda Rp100.000 per WP," tegasnya.

2. Banyak Masyarakat Laport SPT pada Hari terakhir

Beberapa jam menjelang masa penutupan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak 2017 untuk orang Pribadi, masih banyak Wajib Pajak yang terus berdatangan ke Kantor Pajak. Padahal, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah memberikan kemudahan untuk melaporkan SPT nya lewat elektronik atau E-Filling.

Seperti salah seorang pegawai swasta bernama Rahayu. Rahayu mengaku sengaja mendaftar atau melaporkan SPT nya menjelang penutupan. Selain karena malas, dirinya mengaku datang menjelang penutupan agar tidak ada antrean yang terlalu panjang.

"Kebiasaan suka melakukannya di akhir akhir. Karena kalau Senin sampai Jumat kan pulang sampai sore, ini (Kantor Pajak) kan enggak sampai malam," ujarnya saat ditemui Okezone di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Utama dan Menteng Dua, Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

Baca Juga : Sempat Down, Sri Mulyani Janji Tingkatkan Kualitas Jaringan DJP

Rahayu melanjutkan, alasan kenapa dirinya lebih memilih untuk datang langsung ke Kantor Pajak, karena dirinya belum memiliki E-Fin yang menjadi syarat pelaporan SPT lewat E-Filling. Selain itu, dia sengaja datang agar saat melaporkan SPT bisa mendapatkan bimbingan dari petugas pajak mengenai tata cara pengisiannya.

3. Server Laporan SPT Online Down

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta maaf kepada masyarakat jika masih ada pelayanan yang belum memuaskan untuk memfasilitasi para Wajib Pajak menyetorkan uang pajaknya. Dirinya berjanji pelayanan baik dari sistem maupun manual akan ditingkatkan lagi agar tidak ada lagi kejadian seperti kejadian tahun ini. .

"Namun Kami minta maaf IT berarti kita harus tingkatkan terus jaringan kita. Untuk bisa menampung minat dan partisipasi masyarakat untuk bayar pajak terutama untuk orang pribadi," ucapnya.

4. Pelaporan SPT Online Meningkat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan jumlah pelapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Orang Pribadi (OP) lewat elektronik (E-Filling) hingga siang ini sudah mencapai 8.213.098 orang. Jumlah tersebut meningkat hampir 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang hanya sebesar 6.733.107 orang.

Dirinya mengaku senang dengan peningkatan drastis dari pelapor SPT lewat metode E-Filling. Artinya, pelayanan pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Yang menggunakan elektronik dari 6.733.107 menjadi 8.213.098 OP. Jadi grossnya (pertumbuhannya) mencapai 21,9% hampir 22%," ujarnya saat ditemui di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Utama dan Menteng Dua, Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

Baca Juga : Sudah Tertib Bayar Pajak, Rakyat Minta Uang Pajak Jangan Dikorupsi

Berbeda dengan penggunaan metode E-Filling, pelapor SPT lewat manual justru pada tahun ini trennya mengalami penurunan. Pada tahun lalu, jumlah pealpor lewat manual mencapai 2.052.492 OP, sedangkan pada tahun ini hanya sekitar 1.833.003 orang saja yang melapor lewat manual.

“Negative gross (pertumbuhannya) 10%," ucapnya.

5. Total pelaporan SPT Tahun Ini naik 14%

Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2017 telah berakhir, Sabtu 31 Maret 2018, pukul 24.00. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat total penerimaan SPT sampai Sabtu sore mencapai 10.589.648 SPT.

Mengutip data Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Minggu (1/4/2018), total penerimaan SPT 2017 meningkat 14% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode sebanyak 9.288.394 SPT.

Dari 10.589.648 SPT yang sudah masuk, 1.916.229 di antaranya diterima manual. Sementara sisanya melalui elektronik.

(feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini