Image

Indonesia Negara Terakhir yang Pakai Premium

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 17:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 03 320 1881596 indonesia-negara-terakhir-yang-pakai-premium-7mXO1mnc8j.jpg SPBU Milik Pertamina. (Foto: Okezone/Dede)

JAKARTA - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menilai dalam perkembangan bensin berkualitas Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Bahkan pembicaraan terbaru, Thailand sudah menyiapkan sejumlah dana investasi untuk mengembangkan bensin berkualitas standar EURO 6.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin mengatakan, beberapa waktu lalu ada pertemuan di Kantor PBB di Bangkok, Thailand. Semua negara di sana memaparkan bagaimana pengembangan kualitas bensin yang semakin ramah lingkungan.

"Semua berbagai soal itu, kita sebagai negara besar enggak bisa apa-apa. Justru banyak hal negatif yang di share. Thailand, di bawah konteks perlindungan lingkungan, sudah memikirkan untuk investasi di EURO 6," tuturnya di Kantor KPBB, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Baca Juga: Pertalite dan Pertamax Dinilai Sudah Tak Penuhi Standar EURO 4

Menurut Ahmad, sekarang banyak negara berlomba untuk memproduksi BBM yang semakin berkualitas. Namun, Indonesia masih berkutat pada bagaimana memperbanyak pasokan Premium dan Solar yang sudah jelas tidak memenuhi standar kendaraan BBM EURO 4.

"Indonesia itu negara terakhir pakai Premium. Jadi harus diakui juga, bahwa selalu ada kerjasama dengan oil trader, oil trader yang memaksakan dan suplai ke Pertamina," ujarnya.

Sebelumnya KPBB mengatakan mitos harga BBM untuk standar EURO 4 mahal ternyata tidak benar. Indonesia bisa berkaca pada Australia dan Malaysia yang sama-sama menggunakan patokan harga Mean Oil Platts Singapore (MOPS) atau merujuk Cost of Goods Sold (HPP) BBM di Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, di Malaysia mampu memperoleh harga MOPS untuk bensin RON 95 sulfur content 50 ppm (standar EURO 4) pada harga RM2,13 per liter atau setara Rp7.140 dan Solar 51 itu setara Rp7.047 per liter.

Baca Juga: Di Malaysia, BBM EURO 4 Dijual Seharga Rp7.140/Liter

Bandingan dengan Indonesia, MOPS untuk bensin RON 88 Rp5.200, harga jual di SPBU Rp6.200 per liter. Sedangkan Solar 49 MOPS Rp5.200 dijual di SPBU sebesar Rp5.100.

Namun, yang perlu diketahui spesifikasi BBM jenis Premium dan Solar tidak masuk EURO I. Artinya dengan selisih harga, jika Indonesia bisa menjiplak bensin di Malaysia, maka masyarakat bisa dapat bensin kualitas tiga kali lipat lebih baik dari Premium.

Selain itu, KPBB juga meminta Kementerian ESDM diminta mengupgrade spesifikasi BBM yang menjadi patokan produsen, termasuk Pertamina dalam memproduksi dan memasarkannya. Pasalnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengeluarkan kebijakan bahwa penggunaan BBM sekarang menggunakan kualitas EURO 4.

Tidak hanya Premium dan Solar, sebenarnya jenis bensin seperti Pertalite dan Pertamax sudah tidak memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai BBM kendaraan. Pasalnya, yang dibutuhkan sekarang adalag BBM spesifikasi untuk teknologi kendaraan berstandar EURO 4.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini