JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk menyetujui laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2017 serta penetapan penggunaan laba perseroan.
Perseroan juga mengusulkan membagikan saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham dengan rasio 1:1, di mana setiap pemegang 1 lembar saham perseroan akan mendapatkan 1 lembar saham bonus.
Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan, dengan pembagian saham bonus dari kapitalisasi agio saham dapat meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemodal.
"Selain itu, agar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dapat semakin likuid dan saham perseroan dapat semakin menarik untuk para pemodal," ujar Parwati di Jakarta, kemarin.
Hasil RUPST juga menyetujui, pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan II Tahun 2017, pembelian kembali saham perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable, peningkatan modal dasar, persetujuan rencana aksi (Recovery Plan), penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2018 dan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan serta penetapan gaji, honorarium dan tunjangannya.
Parwati mengungkapkan, sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan beberapa anggota direksi dan dewan komisaris perseroan, sesuai dengan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi, rapat menyetujui pengangkatan kembali Samuel Nag Tsien sebagai komisaris, dan Martin Widjaja sebagai direktur.
Selain itu, pengangkatan Mirah Wiryoatmodjo (efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK) sebagai direktur untuk masa jabatan sejak ditutupnya Rapat sampai dengan ditutupnya RUPST tahun 2021.
Sambung dia, sesuai rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi, Rapat menyetujui pengangkatan Rama Pranata Kusumaputra sebagai komisaris independen. Efektif setelah menjalani masa tunggu paling singkat enam bulan, dan mendapatkan persetujuan OJK sampai dengan ditutupnya RUPST tahun 2021.
Di sisi lain, perseroan berhasil menutup tahun 2017 dengan hasil positif di mana laba bersih meningkat 22% menjadi Rp2,2 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.
Parwati mengungkapkan, pertumbuhan yang dicapai perseroan pada 2017 bukan merupakan hasil instan, melainkan kerja keras dari tahun-tahun sebelumnya termasuk transformasi dan perubahan proses kerja yang terus perusahaan lanjutkan.