nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OCBC NISP Pakai Laba Rp2,6 Triliun untuk Penguatan Bisnis

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 11:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 10 278 2041449 ocbc-nisp-pakai-laba-rp2-6-triliun-untuk-penguatan-bisnis-0Fsh8T3fqI.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank OCBC NISP menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2018 sebesar Rp2,6 triliun untuk memperkuat posisi permodalan perseroan.

Dalam RUPST, para pemegang saham juga setuju untuk tidak membagikan dividen. “Hasil RUPST lainnya, yakni menyetujui pembelian kembali saham perseroan maksimum 364.000 lembar dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel. Serta persetujuan pengkinian Rencana Aksi atau Recovery Plan,” kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja saat RUPST Bank OCBC NISP di Jakarta kemarin. Adapun perubahan susunan pengurus perseroan beserta penetapan remunerasinya, yakni pengangkatan kembali anggota Direksi Perseroan, Andrae Krishnawan W, Johannes Husin, dan Low Seh Kiat, untuk masa jabatan terhitung sejak ditutup nya RUPST ini sampai dengan penutupan RUPST perseroan pada 2022.

Baca Juga: Gandeng BPJS Kesehatan, OCBC NISP Siapkan Pembiayaan Rp300 Miliar

Selain itu, juga pengangkatan anggota Dewan Komisaris yakni Rama Pranata Kusuma putra sebagai Komisaris Independen Perseroan untuk masa jabatan, terhitung sejak ditutupnya RUPST ini sampai dengan penutupan RUPST perseroan pada 2022. Parwati melanjutkan, seiring dengan tren pertumbuhan yang positif pada perekonomian Indonesia, sepanjang 2018 Bank OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 13% menjadi Rp173,6 triliun, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11% menjadi Rp125,6 triliun.

“Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan inisiatif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ungkap dia. Sementara itu, lanjut dia, sepanjang 2018 perseroan melakukanPenawaranUmum Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP TahapIV/2018dan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I/2018. Menurut Parwati, untuk diversifikasi pendanaan, Bank OCBC NISP menghimpun dana Rp1,06 triliun melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV/2018 pada 10 April 2018 dan sebesar Rp1 triliun melalui Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I/2018 pada tanggal 6 Juli 2018.

rupiah

“Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum tersebut telah digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk pemberian kredit,” katanya. Adapun total kredit meningkat 11% (year on year/YoY) menjadi Rp118 triliun, seja lan dengan pertum buhan kredit yang terdiversifikasi dengan baik,” tukasnya. Kredit terutama disalurkan di wilayah di mana sebagian besar kegiatan ekonomi berlangsung. Seperti di Jakarta kredit yang disalurkan per akhir Desember 2018 sebesar 62% naik dari 2017 sebesar 61%,” ungkap dia. Hingga akhir tahun ini, perseroan menar getkan pertumbuhan kredit dapat naik 10-15%.

Parwati melanjutkan, sehubungan dengan Komodo Bond yang baru diterbitkan IFC, Bank OCBC NISP menerima kucuran dana dari IFC senilai Rp2 triliun. Dana itu akan di gunakan untuk membiayai proyek berwawasan lingkungan (green financing). “Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 5 tahun dan akan di distribusikan Bank OCBC NISP untuk mendanai proyek-proyek yang berwawasan lingkungan, seperti efisiensi energi dan energi terbarukan,” katanya.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini