Revolusi Industri 4.0 Dinilai Jadi Ancaman, Presiden Jokowi: Semua Tergantung Kita

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 320 1881869 revolusi-industri-4-0-dinilai-jadi-ancaman-presiden-jokowi-semua-tergantung-kita-JkB9yrhlyn.jpg Peluncuran Road Map 4.0 (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Industri 4.0 atau indusri berbasi robot diproyeksikan akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia hingga 2030. Pasalnya, seluruh pekerjaan akan digantikan atau diambil alih oleh robot.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau masyarakat dan pelaku industri untuk tidak khawatir terhadap perubahan industri yang dampaknya akan 3.000 kali, kecepatan perubahan akan 10 kali lebih cepat dan dampaknya 300 kali lebih luas.

 Baca juga: Di Hadapan Presiden Jokowi, Menperin Jelaskan soal Revolusi Indusri 4.0

"Karena diambil oleh robot. Kalau pesimis-pesimis itu saya enggak percaya. Bapak dan Ibu sekalian itu bahwa revolusi industri akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan pekerjaan baru dibandingkan jumlah lapangan kerja yang hilang," tuturnya, dalam peluncuran Making Indonesia 4.0, di JCC, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Kepala Negara percaya revolusi industri 4.0 justru membuat banyak lapangan kerja baru. Artinya revolusi industri ini sebuah peluang besar, asalkan kita bisa mempersiapakan dan merencakanan perubahan industri ini.

 Baca juga: Menko Darmin Bentuk Komite Khusus Kawal Revolusi Industri 4.0

"Apakah revolusi industri ini jadi ancaman? Menurut saya jawabannya iya dan tidak. Bisa aja tidak bisa aja iya. Tergantung kita," tuturnya.

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi dan mempersiapkan menghadapi revolusi inudstri 4.0. Pemerintah meluncurkan Roadmap Implementasi Industri 4.0 yang telah dibuat oleh Kementerian Perindustrian dengan nama Making Indonesia 4.0. Program ini sebagai antisipasi kecepatan perubahan industri yang 10 kali cepat.

 Baca juga: Akhirnya Ada Roadmap Industri 4.0, Presiden Tak Percaya Robot Kuasai Pekerjaan

"Tanggal 4 bulan 4 ada Making Indonesia 4.0. Ini ada empatnya, saya tadi belum tanggap, baru tertawa tadi. Hari ini kita berkumpul untuk bertemu dan Indonesia Industrial Summit 2018 dan juga meluncurkan Making Indonesia," tuturnya.

Menurut Kepala Negara, Making Indonesia 4.0 dibuat karena kita harus paham bahwa sekarang terjadi revolusi industri. Bayangkan dampaknya akan 3.000 kali, kecepatan perubahan akan 10 kali lebih cepat dan dampaknya 300 kali lebih luas.

"Jadi 10 kali 300, inilah yang akan kita antisipasi, dari laporan yang saya terima saya percaya dampak revolusi industri 4.0, 3.000 kali lipat dari 300 tahun yang lalu," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini