nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Bakal Ganti Prambanan Ekspress dengan KRL

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 22:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 320 1882798 kai-bakal-ganti-prambanan-ekspress-dengan-krl-Wiz7gzpgLJ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengganti rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) dengan Kerata Rel listrik (KRL) untuk relasi Yogyakarta-Solo. Penggantian ini digagas untuk menjawab kebutuhan pasar, dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang kereta api Prambanan Ekspress (Prameks). Selain untuk menekan biaya dan efisiensi anggaran.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan,  proyek KRL ini digagas oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Program ini sudah dimulai sejak 2015 silam.

Saat itu, dilakukan lelang pengadaan tiang beton listrik aliran atas (LAA) dengan pagu anggaran Rp21,7 miliar. Hanya saja selama dua tahun ini mengalami kebuntuan dan berhenti.

Baca Juga : Horor di Stasiun Duri, Penumpang KRL Lawan Arus saat Naik Eskalator

Tahap konstruksi diharapkan akan dimulai pada tahun ini. Targetnya pada 2020, KRL sudah bisa beroperasi untuk rute ini.

“KRL ini akan menggantikan Prameks yang penumpangnya setiap hari berjubel,” jelas Eko di Balai Yasa, Yogyakarta, Kamis (5/4/2018).

Kereta Prameks, kata dia setiap harinya melayani ada 21 trip dari Solo sampai dengan Yogyakarta. Beberapa di antaranya sampai di Stasiun Kutoarjo, Purworejo. Hampir di steiap trip, jumlah penumpang cukup banyak, sehingga perlu dilakukan penggantian.  

Kondisi ini, menjadikan banyak calon penumpang yang komplain. Mereka harus antre di loket untuk mendapatkan tiket, namun kerap sudah habis. Mereka pun terpaksa berganti dengan kereta lain atau mode transportasi yang lain.  

Baca Juga : Begini Suasana saat KRL Cikarang-Jakarta Kota Gangguan dan Tertahan di Stasiun Buaran

Setiap harinya KRD jenis Prameks ini mampu mengangkut sekira 16 ribu penumpang dengan jumlah 21 trip.  Dalam satu rangkaian, maksimal hanya bisa membawa 500-800 penumpang saja. Sedangkan dengan KRL, nantinya bisa mengangkut penumpang hingga 1.200 orang. “Dengan trip sama, daya angkut akan lebih banyak,” ujarnya.

Kepala Balai Yasa Yogyakarta Denny Haryanto mengatakan KRL ini akan menjadi solusi bagi angkutan pengganti KRD. Selain daya angkutnya yang lebih banyak, KRL akan lebih hemat. Biaya listrik yang dikeluarkan lebih murah dibanding dengan diesel. “Selain lebih hemat, kecepatanya juga lebih cepat,” jelasnya.

Salah seorang penumpang Pramkes Dyah Purwita mengaku tidak bisa sewaktu-waktu beli tiket Prameks. Kalau mendadak dan menjelang keberangkatan, tiketnya biasanya akan habis. Apalagi saat akhir pekan, bersamaan banyaknya mahasiswa yang kembali ke Solo ataupun sebaliknya.

”Takut Habis, biasanya beli satu hari sebelumnya,”ujarnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini