Dia menjelaskan, dengan tarif Rp2.000 per kilometer (km) di mana terdapat 20 perjalanan tiap harinya dengan jarak 10 km masing-masing perjalanan, maka penghasilan yang didapat Rp400 ribu.
Baca Juga: Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Tingkatkan Jumlah Pengangguran
Sedangkan dengan kenaikan tarif menjadi Rp4.000 maka dengan permintaan berkurang menjadi 7 perjalanan tiap harinya. Dengan jarak tempuh yang sama, didapatkan senilai Rp280 ribu.
"Tolong apa yang diminta (aliansi ojek online) dipikirkan dulu, karena itu berpotensi ratusan pengemudi bisa kehilangan pendapatan," ujarnya.
Kenaikan pendapatan sendiri, kata dia, sudah dilakukan Grab lewat teknologinya. "Kalau untuk penyesuaian tarif itu sebenarnya sudah kita lakukan dengan dynamic tarif melalui teknologi, pada jam-jam tertentu tarif tinggi dan sebagainya," pungkasnya
(Kurniasih Miftakhul Jannah)