nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DKI Kaji Lepas Saham Pabrik Bir

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 13:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 10 278 1884547 dki-kaji-lepas-saham-pabrik-bir-sINBLaEydP.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta mengkaji rencana pelepasan sahamnya di perusahaan bir PT Delta Djakarta. Saat ini saham sebesar 26,2% yang dimiliki DKI memberikan keuntungan bersih per tahun sekitar Rp37 miliar. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi mengatakan, sesuai instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang meminta pelepasan saham di PT Delta di kaji terlebih dahulu, saat ini sedang dilakukan. Dalam waktu dekat ini, Pemprov DKI akan menemui beberapa pihak terkait termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal rencana tersebut. 

“Semua masih dalam pembahasan. PT Delta itu kan perusahaan terbuka, jadi ya pasti kita akan ke OJK,” kata Michael di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga: Laba Bersih Multi Bintang Tembus Rp1,32 Triliun, Naik 34,65%

Michael menjelaskan, saham pemprov di PT Delta sudah ada sejak1970-an. Saat itu Ibu Kota di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin. 

Kini saham yang dimiliki sebesar 26,25%. Jumlah itu merupakan gabungan dari 23,34% saham milik Pemprov DKI Jakarta dan 2,91% milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta. 

Laba bersih PT Delta Djakarta pada 2013 sebesar Rp270,4 miliar, lalu 2014 naik menjadi Rp288,4 miliar. Pada 2015 sempat turun menjadi Rp192 miliar. Namun, pada 2016, perusahaan mencatatkan keuntungan atau laba bersih perusahaan sebesar Rp254 miliar. Sementara pada 2017, tercatat sebesar Rp144 miliar. Dengan saham yang di miliki, Pemprov DKI mendapat dividen atau pembagian keuntungan kurang lebih Rp37 miliar. 

Baca Juga: Produsen Bir Bintang Cetak Kenaikan Laba 34,55% Jadi Rp1,32 Triliun

“Jika saham di PT Delta dilepas, DKI harus mencari pemasukan dari sektor lain. Kan investasi itu tergantung kebutuhan. Kalau ada yang dilepas berarti harus ada pengganti,” katanya. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut pelepasan saham memang harus di lengkapi dengan kajian. Pemprov DKI juga harus berdiskusi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran perusahaan ini sudah tercatat di lantai bursa, sebab ada peraturan pasar modal yang harus dipatuhi dalam pelepasan saham. Sementara terkait hilangnya potensi pendapatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas keputusan menjual seluruh saham, Sandi hanya tersenyum. 

Diakuinya, penjualan saham perusahaan minuman keras itu tidak sejalan dengan rencana dan target peningkatan pendapatan yang diharapkannya. 

Baca Juga: Melonjak 35,6%, Multi Bintang Cetak Laba Bersih Rp920 Miliar

“Kami tidak ingin berspekulasi, kita koordinasikan dulu, nanti setelah rapat umum pemegang saham (RUPS) akhir April ini, kita akan finalisasikan keputusan kapan mengeksekusi investasi untuk PT Delta Djakarta,” ujarnya. 

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengapresiasi rencana pelepasan saham di PT Delta melalui kajian. Dia berharap pemprov mengkaji secara mendalam rencana penjualan saham tersebut. Politikus PDI Perjuangan itu mengakui rencana pelepasan saham di PT Delta memang janji kampanye pasangan Anies-Sandi. 

Namun, dia menilai Anies-Sandi perlu memikirkan kepentingan yang lebih besar yakni terkait pemasukan ke APBD. “Dividen atau pembagian keuntungan dari laba perusahaan cukup besar. Ini harus lebih bijak dan penggantinya harus ada,” tegasnya. 

(Bima Setiyadi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini