Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Penerima Dana Desa Terbesar, dari Jateng hingga Sumsel

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 11 April 2018 |12:11 WIB
Daftar Penerima Dana Desa Terbesar, dari Jateng hingga Sumsel
Daerah dengan dana desa terbesar (Ilustrasi: Koran Sindo)
A
A
A

Dalam tiga tahun ini, dana desa telah membangun 121.709 kilometer jalan desa, 1.960 kilometer jembatan desa, 7.161 unit pasar desa, 21.811 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 5.116 tambatan perahu, 2.047 unit embung, 41.739 unit irigasi, dan 2.366 unit sarana olahraga desa. Infrastruktur tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Sedangkan pembangunan yang bersifat peningkatan kualitas hidup masyarakat desa yakni 291.393 unit penahan tanah, 6.432 unit air bersih, 82.356 unit MCK, 6.705 unit Polindes, 590.371 unit drainase, 21.357 unit Pendidikan AnakUsia Dini (PAUD), 30.244 unit Posyandu, dan 45.865 unit sumur. “Program membuat MCK, air bersih, PAUD, Posyandu, turap, dan lainnya meningkatkan indeks pembangunan manusia di desa sehingga kualitas hidup masyarakat desa meningkat.

Yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah program bikin jalan, pasar, jembatan, irigasi, walaupun dampaknya tidak langsung tapi lebih ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Eko di Jakarta (27/02).

Empat Program Prioritas

Untuk mendukung percepatan pembangunan desa, Kemendes PDTT telah menetapkan empat program prioritas. Empat program tersebut yakni pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung air desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).

“Prinsipnya, Prukades itu adalah untuk membuat klusterekonomi di desa-desa. Prukades memberi insentif supaya desa fokus mengembangkan produk unggulannya,” ujar Menteri Eko. Dirinya menambahkan, akses pasar masih menjadi kendala bagi produk masyarakat desa. Karena tidak ada akses pasar yang membuat produk desa tidak ada jaminan akan diserap pasar, maka harga sering jatuh di bawah harga produksi.

Dengan risiko yang tinggi tersebut, masyarakat desa pun sulit mendapatkan permodalan dari bank. Oleh karena itu, pemerintah memberi insentif kepada para Bupati yang memilih untuk fokus di komoditi tertentu. Pemerintah akan membantu dengan memberikan bibit, traktor, jembatan, dan apapun yang dibutuhkan secara gratis.

Tahun ini sedang berjalan di Pandeglang, Halmahera Barat, Minahasa Utara, Sigi, Lampung Timur, dan beberapa daerah lainnya. “Kalau berhasil Indonesia bisa mendapat 100 juta angkatan kerja di desa dalam 10 tahun dengan pendapatan kira-kira 2 juta per bulan, maka dalam 5 tahun bisa ini (Prukades) jadi program nasional. Kita bisa menciptakan daya beli,”terangnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement