BERLIN – Lebih dari 90.000 penumpang pesawat telantar di berbagai bandara Jerman karena mogok massal yang dilakukan pekerja sektor publik untuk menekan kenaikan gaji sebesar 6%.
Aksi mogok massal yang dikoordinasi serikat buruh Verdi itu dilaksanakan di berbagai penjuru Jerman. Maskapai penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa mengungkapkan, lebih dari 800 penerbangan dibatalkan dari 1.600 penerbangan kemarin. Operator bandara Frankfurt memperingatkan adanya gangguan akibat mogok massal tersebut.
Seperti di Frankfurt, bandara tersibuk di Jerman, seperti bandara di Munich, Cologne, dan Bremen, juga terkena dampak akibat mogok massal tersebut. Mogok massal itu juga berdampak pada sektor keperawatan, pelayanan kebersihan, dan pegawai kolam renang di beberapa negara Jerman.
Baca Juga: Proyek Stasiun Kereta Bandara Adi Soemarmo Sudah Capai 46%
Serikat pekerja Jerman Verdi menginginkan kenaikan gaji 6% bagi 2,3 juta pegawai sektor publik di tataran federal dan lokal. Pemerintah federal dan kota Jerman menolak memenuhi tuntutan para pekerja tersebut.
(Ilustrasi: Koran Sindo)
Mereka mengatakan, kenaikan gaji akan memaksa pemerintah menggunakan tenaga kerja kontrak. Beberapa penumpang mengekspresikan frustrasi atas banyak penundaan dan pembatalan penerbangan. “Saya sangat kecewa. Saya terkena dampak akibat mogok massal yang terlalu sering,” ungkap Roswitha Karl, calon penumpang yang hendak terbang ke Moldova untuk liburan. Dia mengaku, pilot di Jerman kerap melakukan mogok kerja, staf maskapai juga melakukan mogok massal, kemudian staf keamanan juga mogok massal.
Baca Juga: AP II Bantu Gudang Garam Desain Bandara Kediri
Lokasi untuk penjadwalan ulang penerbangan dipadati calon penumpang yang telantar. Antrean pun mengular. Sementara banyak penumpang lain yang memilih menunggu di terminal. Beberapa calon penumpang memilih mengubah jadwal penumpang, tapi banyak yang lain masih memilih menunggu penerbangan alternatif. Jana Glaeser tiba di Frankfurt dari Miami dan penerbangannya ke Berlin dibatalkan.
“Kita sudah mendapatkan tiket kereta. Saya berharap semuanya berjalan lancar,” ujarnya dilansir Reuters. Sybille Metzler, calon penumpang yang hendak terbang ke Amsterdam, mengaku mendapatkan kabar bahwa penerbangannya dibatalkan. “Saya tahu, tapi saya harus terbang ke sana. Tak mungkin saya pergi dengan kereta,” kata akuntan berusia 41 tahun itu. Beberapa penumpang pun memahami tentang mogok massal tersebut. “Itu cukup adil. Saya berharap mereka mendapatkan kenaikan,” kata manajer pelayanan Porsche, Ashley Gillham, 40.
Dia mengaku baru datang dari liburannya di Selandia Baru dan hendak terbang dari Frankfurt ke Mallorca. “Kita harus menunggu di bandara selama lima jam untuk penerbangan lanjutan,” paparnya. Kemudian, juru bicara Lufthansa mengatakan, mogok massal itu tidak dilaksanakan oleh pegawainya, tapi pegawai ground handler di bandara Frankfurt, Munich, Cologne, dan Bremen.