Image

Moody's Upgrade Rating Utang Indonesia, Gubernur BI: Ini Level Tertinggi

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 09:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 13 20 1886084 moody-s-upgrade-rating-utang-indonesia-gubernur-bi-ini-level-tertinggi-0YLC72aRt0.jpg Gubernur BI Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasioal Moody’s Investor Service (Moody’s) kembali menaikkan rating utang Indonesia. Dalam riset terbarunya, peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia naik dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, dengan perbaikan rating ke level Baa2 oleh Moody’s, kini Indonesia telah diakui oleh empat lembaga rating internasional berada pada satu tingkat lebih tinggi dari level Investment Grade sebelumnya.

"Rating tersebut adalah level tertinggi yang pernah dicapai oleh Indonesia dari Moody’s. Pencapaian ini merupakan suatu prestasi besar, di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/4/2018).

Baca Juga: Moody's Upgrade Rating Utang Indonesia Jadi Baa2 Outlook Stabil

Agus Marto menambahkan, hal ini dapat terwujud melalui konsistensi upaya Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa BI akan terus mewaspadai peningkatan risiko global dan mengoptimalkan bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan.

"Ini untuk menjaga stabilitas perekonomian, yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif," tutur dia.

Moody’s sebelumnya memperbaiki outlook SCR Republik Indonesia dari Stable menjadi Positive, sekaligus mengafirmasi rating pada Baa3 (Investment Grade) pada 8 Februari 2017.

Sekadar informasi, Moody’s menyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Baca Juga: Fitch Ratings Pertahankan Rating Utang 8 BPD Indonesia

Di sisi fiskal, Pemerintah dinilai mampu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diberlakukan pada 2003. Defisit yang dapat dipertahankan di level rendah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang dapat menjaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan.

Di sisi moneter, Bank Indonesia telah menunjukkan rekam jejak dalam memprioritaskan stabilitas makroekonomi. Penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.

Moody's menilai, Bank Indonesia juga semakin aktif menggunakan instrumen makroprudensial dalam menghadapi gejolak. Perbaikan posisi eksternal dan bertambahnya cadangan devisa memperkuat ketahanan terhadap potensi gejolak eksternal.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini