Peringkat Utang Meningkat, BI: Kepercayaan Investor Akan Meningkat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 14:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 13 20 1886231 peringkat-utang-meningkat-bi-kepercayaan-investor-akan-meningkat-Zg4RDPLWG3.jpeg Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai naiknya Sovereign Credit Rating (SCR) atau rating utang Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil dari Moodys Investor Service (Moodys), meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen di pasar keuangan.

"Walaupun ini sebetulnya longterm sovereign rating terutama surat berharga yang dikeluarkan oleh negara, tetapi kan ini akan berdampak ke instrumen lainnya seharusnya termasuk obligasi korporasi," ujar Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Baca Juga: Moody's Upgrade Rating Utang Indonesia Jadi Baa2 Outlook Stabil

Menurutnya, rating utang Indonesia yang meningkat tersebut justru berdampak peningkatan rating perusahaan swasta dan kepercayaan global pada Indonesia. Oleh sebab itu, momentum ini pun harus dimanfaatkan dunia usaha.

"Karena suku bunga yang rendah yang ada sekarang, rating investment yang bagus ini adalah kesempatan momentum yang harus dimanfaatkan dunia usaha. Karena ke depan kita tantangannya masih berat terutama dari global, dari kebijakan perdagangan di AS, juga kebijakan AS yang menaikan suku bunga," paparnya.

Baca Juga: Moody's Naikkan Peringkat Utang RI, Ini Kata Sri Mulyani

Dia menilai, ketahanan Indonesia dalam menyerap tekanan eksternal pun semakin menguat, sebab kebijakan makro, moneter, maupun fiskal semakin prudent. Sisi financial buffer (penyangga keuangan) juga menguat, tercermin dari cadangan devisa yang tinggi.

"Terakhir USD126 miliar. Ini jauh lebih baik dibandingkan cadang devisa Malaysia yang sebesar USD90, jadi kita sudah menyusul Malaysia tuh. Dan itu menunjukkan financial buffer Indonesia semakin kuat dan itu akan menyerap berbagai risiko yang ditimbulkan oleh gejolak global," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini