Image

Sri Mulyani: Kenaikan Peringkat Utang Buat Imbal Hasil Negara Turun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 16 April 2018 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 20 1887423 sri-mulyani-kenaikan-peringkat-utang-buat-imbal-hasil-negara-turun-Rj5SMY81PI.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) mengalami penurunan usai lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service menaikkan peringkat utang Indonesia.

Sebelumnya, lembaga internasional, Moddy's, menaikkan Sovereign Credit Rating (SCR) atau rating utang Indonesia dari Baa3 dengan Outlook Positif menjadi Baa2 dengan Outlook Stabil pada 13 April lalu.

(Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone)

"(Setelah kenaikan peringkat Moddy's) Kami lihat USD bonds turun 0,8 basis points (bps), Indonesia yang Euro turun 2 bps, IDR kita turun 5 bps," ujarnya saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Baca Juga: Gubernur BI Ramal Peluang S&P Naikkan Peringkat Utang RI

Penurunan imbal hasil ini, kata dia, selalu terjadi saat Indonesia mendapat perbaikan peringkat utang dari lembaga rating.

Saat lembaga Standard and Poor's (S&P) menaikkan peringkat utang pada 19 Mei 2017, imbal hasil Indonesia mengalami penurunan 9 bps pada denominasi USD. Kemudian, Euro bond juga mengalami penurunan imbal hasil 3bps serta FR IDR series 59 juga turun 2 bps.

Sementara, saat Fitch menaikkan rating pada 20 Desember 2017, beban utang negara kembali turun karena imbal hasil yang turun untuk obligasi berdenominasi USD sebesar 1 bps,

Baca Juga: Peringkat Utang Meningkat, BI: Kepercayaan Investor Akan Meningkat

"Juga untuk obligasi berdenominasi Euro turun 0,5 bps, dan obligasi berdenominasi Rupiah turun 10 bps," sebut Sri Mulyani.

(Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone)

Dengan demikian, ujarnya, kenaikan rating berdampak baik bagi kemampuan negara menurunkan beban utang dengan penurunan imbal hasil. Di sisi lain, perusahaan BUMN pun turut mendapat imbas positif dengan rating ini.

"BUMN-BUMN kita juga dapat imbas positif karena dapat yield lebih rendah dan harga yang lebih kompetitif," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini